Bogor — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Barat masih akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan, periode Kamis, 29 Januari hingga Kamis, 6 Februari 2026. Kondisi ini berpotensi memicu sejumlah dampak hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.
Berdasarkan Prospek Cuaca Sepekan ke Depan yang dirilis Stasiun Klimatologi Jawa Barat, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi merata di banyak kabupaten dan kota. Namun, pada hari-hari tertentu, hujan lebat berpeluang terjadi di beberapa wilayah, khususnya kawasan selatan dan daerah dengan topografi perbukitan.
Untuk skala provinsi, Jawa Barat menunjukkan dominasi akumulasi curah hujan kategori sedang hingga tinggi sepanjang periode prakiraan. Peningkatan intensitas hujan terlihat pada awal Februari, seiring masih aktifnya dinamika atmosfer yang memengaruhi wilayah Indonesia bagian barat.
Wilayah Perkotaan dan Penyangga Jadi Perhatian
Di kawasan penyangga Ibu Kota, seperti Kabupaten dan Kota Bekasi, Bogor, Depok, serta Karawang, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang hampir setiap hari. Meski tidak selalu berintensitas tinggi, kondisi ini tetap berpotensi menimbulkan genangan, terutama di wilayah dengan sistem drainase yang kurang optimal.
Sementara itu, wilayah Bandung Raya—meliputi Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi—diperkirakan mengalami hujan dengan variasi intensitas, dari ringan hingga sedang, dengan peluang hujan lebat pada hari tertentu.
Wilayah Selatan dan Pegunungan Berisiko Lebih Tinggi
BMKG juga menyoroti wilayah Priangan Timur dan Selatan, seperti Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, dan Pangandaran, yang menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat pada beberapa hari dalam periode prakiraan. Wilayah ini dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap longsor dan banjir bandang, terutama di daerah lereng dan aliran sungai.
Imbauan Kewaspadaan
BMKG mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana diminta memantau informasi cuaca terkini dan segera melakukan langkah antisipatif apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.
“Prospek ini menunjukkan nilai akumulasi hujan harian tertinggi dalam satu kabupaten/kota. Kondisi aktual di lapangan masih dapat berubah, sehingga masyarakat diharapkan terus mengikuti pembaruan informasi resmi BMKG,” tulis BMKG dalam keterangannya.
BMKG menegaskan, informasi prakiraan cuaca sepekan ini menjadi panduan awal dalam perencanaan aktivitas masyarakat dan mitigasi bencana, terutama di tengah puncak musim hujan yang masih berlangsung di Jawa Barat.
Penulis : Arief rachman
