Capaian UHC Karawang Lampaui Target Nasional, Kepesertaan Tembus 100,25 Persen di Akhir 2025

Header Menu


KELUARGA BESAR PENGURUS KPRI PANGKAL PERJUANGAN & KONSUMEN KOPERASI KPRI PANGKAL PERJUANGAN PEMKAB KARAWANG "PANGKAL PERJUANGAN" (KPRI-PP) MENGUCAPKAN "SELAMAT NATAL TAHUN 2025 DAN TAHUN BARU 2026 KEPADA SELURUH ANGGOTA KPRI-PP "SEMOGA DITAHUN 2026 KPRI-PP SEMAKIN MAJU DAN ANGGOTA SEMAKIN SEJAHTERA" PENGURUS KPRI-PP KETUA H.DADANG RUSTANDAR,S.H,M.Si

KELUARGA BESAR PENGURUS KPRI PANGKAL PERJUANGAN PEMKAB KARAWANG

Capaian UHC Karawang Lampaui Target Nasional, Kepesertaan Tembus 100,25 Persen di Akhir 2025

2 Jan 2026

Karawang — Pemerintah Kabupaten Karawang mencatatkan capaian signifikan dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan masyarakat sepanjang tahun 2025. Hingga Desember 2025, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Karawang mencapai 100,25 persen, melampaui target nasional yang ditetapkan BPJS Kesehatan sebesar 98 persen.


Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, capaian tersebut setara dengan 2.639.594 jiwa dari total penduduk yang telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Angka ini menempatkan Karawang sebagai salah satu daerah dengan kinerja UHC terbaik di Jawa Barat.


Capaian UHC Karawang sepanjang 2025 menunjukkan tren yang dinamis namun cenderung meningkat. Pada Januari 2025, persentase kepesertaan tercatat sebesar 97,18 persen, kemudian meningkat hingga mencapai 99,54 persen pada April. Meski sempat mengalami penurunan pada Mei menjadi 96,86 persen, kepesertaan kembali meningkat secara bertahap hingga menutup tahun di atas 100 persen.


Subkoordinator Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Konni Kurniasih, menyatakan capaian tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan bagi masyarakat.


“Indikator kepesertaan UHC yang ditetapkan BPJS Kesehatan adalah minimal 98 persen. Alhamdulillah, Karawang berhasil melampaui indikator tersebut pada akhir 2025 dan tetap menjadi daerah prioritas UHC untuk tahun 2026,” ujar Konni, Rabu (31/12/2025).


Ia menjelaskan, komposisi kepesertaan JKN di Karawang per Desember 2025 didominasi oleh segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sebanyak 882.251 jiwa, disusul Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) sebanyak 723.701 jiwa.


Selain itu, kepesertaan juga berasal dari segmen PBPU Pemda sebanyak 637.580 jiwa, PBPU Mandiri sebanyak 306.189 jiwa, Bukan Pekerja (BP) sebanyak 28.068 jiwa, serta PPU Pegawai Negeri (PPU PN) sebanyak 68.498 jiwa.


Tidak hanya dari sisi kepesertaan, perkembangan positif juga terlihat pada tingkat keaktifan peserta JKN-KIS. Hingga 1 Desember 2025, tingkat keaktifan peserta di Karawang mencapai 79,83 persen, atau mendekati indikator BPJS Kesehatan sebesar 80 persen.


Dari total peserta tersebut, sekitar 2,1 juta jiwa tercatat aktif, sementara sekitar 0,5 juta jiwa berstatus tidak aktif. Berdasarkan segmen, tingkat keaktifan tertinggi dicatat oleh PBPU Pemda sebesar 98,04 persen, diikuti Bukan Pekerja sebesar 90,70 persen, dan PPU PN sebesar 87,28 persen.


Secara tren, keaktifan peserta JKN-KIS di Karawang juga mengalami peningkatan konsisten sepanjang 2025. Pada Januari 2025, tingkat keaktifan masih berada di angka 73,82 persen, sebelum meningkat secara bertahap hingga mencapai 79,83 persen pada akhir tahun.


“Peningkatan keaktifan peserta ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kepesertaan JKN yang aktif,” pungkas Konni.


Penulis : Arief rachman