Produksi Gabah Karawang Lampaui Target 2025, Tembus 1,41 Juta Ton

Header Menu


dr. Hj. Anisah, M.Epid., MMRS., FISQua Direktur RSUD Jatisari Karawang

H. Jajang Jaenudin, S.STP., M.M. Kepala BKPSDM Kabupaten Karawang

Sahali Kartawijaya S.T., M.M. Kepala Bapenda Kabupaten Karawang

H.Drs.Wawan Setiawan NK,MM Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Karawang

KELUARGA BESAR PENGURUS KPRI PANGKAL PERJUANGAN & KONSUMEN KOPERASI KPRI PANGKAL PERJUANGAN PEMKAB KARAWANG "PANGKAL PERJUANGAN" (KPRI-PP) MENGUCAPKAN "SELAMAT NATAL TAHUN 2025 DAN TAHUN BARU 2026 KEPADA SELURUH ANGGOTA KPRI-PP "SEMOGA DITAHUN 2026 KPRI-PP SEMAKIN MAJU DAN ANGGOTA SEMAKIN SEJAHTERA" PENGURUS KPRI-PP KETUA H.DADANG RUSTANDAR,S.H,M.Si

KELUARGA BESAR PENGURUS KPRI PANGKAL PERJUANGAN PEMKAB KARAWANG

Produksi Gabah Karawang Lampaui Target 2025, Tembus 1,41 Juta Ton

4 Jan 2026

Karawang — Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menorehkan capaian membanggakan di sektor pertanian. Sepanjang tahun 2025, realisasi produksi Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 1.411.433,14 ton, melampaui target yang ditetapkan sebesar 1,4 juta ton. Capaian ini menegaskan peran strategis Karawang sebagai salah satu lumbung padi utama di Jawa Barat.


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Karawang, Rohman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat langsung dalam keberhasilan tersebut, khususnya para petani dan jajaran pendukung sektor pertanian.


“Alhamdulillah target produksi GKP tahun 2025 tercapai, bahkan melampaui target. Kami mengucapkan terima kasih kepada para petani, seluruh Kepala UPTD, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Karawang atas kerja keras dan dedikasinya,” ujar Rohman, Rabu (31/12).


Rohman menuturkan, keberhasilan produksi gabah tidak terlepas dari kolaborasi dan peran aktif seluruh pelaku pertanian. Tercatat sebanyak 88.854 petani berkontribusi dalam mendukung capaian produksi tersebut, yang terorganisasi melalui berbagai bentuk kelembagaan pertanian.


“Rekap data kelembagaan petani menunjukkan adanya struktur organisasi yang kuat dan saling mendukung dalam menjaga produktivitas pertanian,” jelasnya.


Berdasarkan data DPKP, saat ini terdapat 288 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang aktif beroperasi di Kabupaten Karawang. Gapoktan menjadi wadah strategis dalam menyatukan dan mengoordinasikan usaha tani di tingkat wilayah.


Selain itu, jumlah Kelompok Tani (Poktan) yang terdaftar dan aktif mencapai 2.404 unit yang tersebar di seluruh kecamatan. Peran perempuan pun semakin menguat melalui keberadaan 154 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berkontribusi aktif dalam berbagai tahapan kegiatan pertanian, mulai dari pengolahan lahan, budidaya, hingga panen dan pascapanen.


Tak hanya berfokus pada peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Karawang juga mendorong penguatan ekonomi petani. Saat ini terdapat 26 unit Kelembagaan Ekonomi Petani yang berperan dalam pengelolaan usaha dan pemasaran hasil pertanian.


Sementara itu, regenerasi petani terus didorong melalui pembinaan 11 kelompok Taruna Tani, yang menjadi wadah keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Kehadiran Taruna Tani dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.


Dalam kesempatan yang sama, DPKP Karawang mengumumkan kebijakan strategis berupa penurunan harga pupuk subsidi, yang diharapkan dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani. Adapun penyesuaian harga pupuk subsidi meliputi:


Pupuk Urea dari Rp2.250/kg menjadi Rp1.800/kg

NPK dari Rp2.300/kg menjadi Rp1.840/kg

NPK Kakao dari Rp3.300/kg menjadi Rp2.640/kg

ZA khusus tebu dari Rp1.700/kg menjadi Rp1.360/kg

Pupuk organik dari Rp800/kg menjadi Rp640/kg


Rohman memastikan, pupuk subsidi dengan harga baru tersebut dapat dibeli petani mulai masa tanam Januari 2026 di kios-kios resmi yang telah ditunjuk Pemerintah Kabupaten Karawang.


“Kami berharap kebijakan ini dapat semakin meningkatkan produktivitas pertanian Karawang ke depan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan para petani,” ujarnya.


Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja sektor pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang juga berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian Karawang sebagai penghasil padi terbesar kedua di Jawa Barat tahun 2025, setelah Kabupaten Indramayu.


Penulis : Arief rachman