Karawang – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menunjukkan kepedulian dan empati mendalam terhadap korban kecelakaan lalu lintas tragis yang terjadi di Underpass Bendasari. Musibah tersebut merenggut nyawa kedua orang tua dan seorang adik dari ananda M. Havidz.
Pada kunjungan yang dilakukan semalam, Bupati Aep didampingi istri tercinta serta Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang untuk menjenguk langsung korban yang tengah menjalani perawatan intensif. Dalam kesempatan itu, Bupati memohon doa dari seluruh masyarakat Karawang agar kondisi anak-anak korban segera pulih, baik secara fisik maupun mental.
“Mohon doanya, Wargi Karawang. Semoga ananda Havidz dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkapnya.
Secara medis, tindakan terhadap ananda M. Havidz telah dilakukan di ruang radiologi intervensi dan berjalan lancar kurang dari satu jam. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan kondisi vasospasme pada kedua tungkai kaki korban, yakni kontraksi atau penyempitan mendadak pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan hambatan aliran darah dan berkurangnya suplai oksigen ke jaringan. Kondisi tersebut menimbulkan nyeri tajam serta perubahan warna kebiruan pada area yang terdampak.
Dokter ahli radiologi intervensi segera melakukan tindakan medis sesuai prosedur dan hasilnya dinyatakan berhasil sesuai harapan. Pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan perawatan medis korban akan terus dipantau hingga kondisi benar-benar stabil.
Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, Bupati Aep juga menaruh perhatian besar terhadap kondisi psikologis anak-anak korban. Ia menyampaikan komitmen untuk membantu keberlanjutan pendidikan ananda Havidz dengan menawarkan kesempatan melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Karawang juga berupaya membantu kakak korban dengan menawarkan peluang pekerjaan di salah satu perusahaan di Karawang.
Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam situasi duka warganya. Bupati menegaskan bahwa tragedi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, baik dari sisi penanganan korban maupun evaluasi keselamatan lalu lintas di lokasi kejadian.
“InsyaAllah, kami fokus memperbaiki mental anak-anak korban dan memastikan masa depan mereka tetap terjamin. Bismillah, semoga Allah SWT memberikan jalan terbaik bagi semuanya,” tutupnya.
Peristiwa ini mengundang simpati luas dari masyarakat Karawang. Dukungan moral dan doa terus mengalir, berharap anak-anak yang ditinggalkan mampu bangkit dan menata kembali masa depan mereka di tengah cobaan berat yang menimpa keluarga.
Penulis : Arief Rachman
