Karawang – Hidup adalah perjuangan panjang yang menuntut ketekunan, kerja keras, dan keteguhan hati. Kisah inilah yang tercermin dari perjalanan hidup Haji Wardi, sosok yang akrab disapa Joni Wardi, putra asli Karawang yang tumbuh dari keluarga sederhana dan kini dikenal sebagai pengusaha serta tokoh masyarakat.
Joni Wardi lahir dan besar di Ciampel, Kabupaten Karawang, dari pasangan buruh tani. Sejak kecil, ia telah akrab dengan kerasnya kehidupan. Ayah dan ibunya menggantungkan hidup sebagai buruh tani, kondisi yang membentuk karakter Joni Wardi menjadi pribadi pekerja keras dan pantang menyerah.
Sejak usia muda, Joni Wardi sudah membantu orang tuanya bertani sebagai buruh harian lepas. Tidak jarang ia harus memikul dagangan daun jati, berjalan kaki dari kampung ke kampung hingga ke Pasar Johar, demi membantu perekonomian keluarga. Selain itu, ia juga pernah bekerja sebagai tukang ojek di Prapatan Johar, hingga menjadi pekerja proyek di sejumlah pabrik. Hampir semua jenis pekerjaan pernah ia jalani—dari serabutan hingga pekerjaan kasar—demi bertahan hidup.
Perjalanan hidupnya tidak berhenti di sektor informal. Dengan kepercayaan masyarakat, Joni Wardi pernah mengabdikan diri sebagai perangkat desa, menjabat sebagai Ketua RW di Desa Sirnabaya. Ia dipercaya menjalankan tugas tersebut di bawah tiga kepala desa yang berbeda, sebuah bukti konsistensi dan dedikasinya terhadap pelayanan masyarakat.
Aktivitas sosial dan organisasinya pun cukup panjang.Joni Wardi tercatat sebagai salah satu pendiri LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) KOMPAK (KOMando PenegAk Keadilan) dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua LSM KOMPAK. Ia juga pernah dipercaya sebagai Sekretaris PPLII (Persatuan Pengusaha Limbah Industri Indonesia), memperluas perannya di bidang kewirausahaan dan lingkungan industri.
Saat ini, Joni Wardi menjabat sebagai sebagai Ketua PKTHMTB (Persatuan Kelompok Tani Hutan Mandiri Teluk Jambe Bersatu) di Wilayah Hutan IPHPS (Ijin Pengelolahan Hutan Perhutanan Sosial), sekaligus dikenal sebagai pengusaha limbah pabrik dan pengelola destinasi wisata Kaliwungu. Usahanya tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat sekitar.
Kesuksesan Joni Wardi juga tercermin dari keluarganya. Ia dikaruniai enam orang anak, yang tumbuh dan berkembang dengan pendidikan yang baik. Anak pertamanya menempuh pendidikan Hukum hingga S2, anak kedua Hukum S1, anak ketiga IT S1, anak keempat Manajemen S1, sementara anak kelima masih duduk di bangku SMP sambil menempuh pendidikan pesantren, dengan cita-cita mulia menjadi seorang dokter.
Kisah hidup Haji Wardi atau Joni Wardi menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Dengan kerja keras, kejujuran, dan komitmen terhadap masyarakat, seorang anak buruh tani mampu bangkit menjadi pengusaha dan tokoh yang memberi manfaat bagi banyak orang.
Penulis : Arief rachman
