Inovasi “Awasi Aku”, Puskesmas Kutamukti Perketat Pengawasan 65 Ibu Hamil Risiko Tinggi di Kutawaluya

Header Menu


Inovasi “Awasi Aku”, Puskesmas Kutamukti Perketat Pengawasan 65 Ibu Hamil Risiko Tinggi di Kutawaluya

13 Feb 2026

KARAWANG – UPTD Puskesmas Kutamukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak melalui program inovasi bertajuk “Awasi Aku” (Mengawasi Wanita Hamil Risiko Tinggi). Program tersebut digelar pada Kamis (12/2/2026) dan difokuskan pada pemantauan intensif ibu hamil dengan kategori risiko tinggi.


Kepala UPTD Puskesmas Kutamukti, H.M Mustika, S.Kep., M.M., mengatakan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam menekan risiko komplikasi kehamilan serta mencegah angka kematian ibu dan bayi (AKI dan AKB).


“Program ini adalah bentuk kepedulian kami untuk memastikan setiap ibu hamil risiko tinggi mendapatkan perhatian dan pengawasan maksimal. Kami melibatkan seluruh bidan puskesmas, bidan desa, serta tim tenaga kesehatan agar pemantauan berjalan optimal,” ujar Mustika.


Pelaksanaan program “Awasi Aku” melibatkan kolaborasi menyeluruh antara bidan puskesmas, bidan desa, dan seluruh tenaga kesehatan (nakes) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kutamukti. Pemantauan dilakukan secara berkala melalui pemeriksaan rutin, edukasi kesehatan, hingga pendampingan langsung kepada ibu hamil.


Berdasarkan data pemantauan per Januari 2026, tercatat sebanyak 65 ibu hamil masuk dalam kategori pengawasan di wilayah tersebut. Data ini menjadi perhatian serius agar setiap ibu hamil memperoleh pelayanan sesuai standar kesehatan yang berlaku.


Mustika menegaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas pemeriksaan medis, tetapi juga mencakup edukasi pola hidup sehat dan kesiapan mental ibu selama masa kehamilan.


“Kami mengimbau para ibu hamil untuk rutin memeriksakan kandungan, menjaga komunikasi aktif dengan bidan, serta segera melapor apabila mengalami keluhan. Kehamilan risiko tinggi membutuhkan pengawasan yang konsisten,” tegasnya.


Selain itu, ibu hamil juga diingatkan untuk menjaga asupan gizi seimbang, memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, serta menjaga kondisi psikologis agar tetap stabil. Dukungan keluarga, menurutnya, menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.


Program “Awasi Aku” diharapkan mampu menjadi model pelayanan kesehatan inovatif di tingkat puskesmas dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan ibu dan anak. Dengan pengawasan yang terstruktur dan kolaboratif, kualitas kesehatan ibu dan bayi di Kecamatan Kutawaluya diharapkan terus meningkat serta risiko kehamilan dapat ditekan secara signifikan.


Penulis : Arief rachman