Banjir Rendam Lima Dusun di Desa Pegadungan Karawang, 1.912 Warga Terdampak

Header Menu


Banjir Rendam Lima Dusun di Desa Pegadungan Karawang, 1.912 Warga Terdampak

24 Jan 2026

Karawang – Banjir merendam lima dusun di Desa Pegadungan, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan data sementara hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 553 rumah terdampak dengan total 1.912 jiwa dari 703 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana tersebut.


Lima dusun yang terdampak banjir meliputi Dusun Pegadungan, Dusun Kalenasem, Dusun Pangaritan, Dusun Wagirsurut, dan Dusun Ciguha. Banjir menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air yang bervariasi, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.


Di Dusun Pegadungan, banjir merendam 50 rumah yang dihuni 135 jiwa dari 60 KK. Di dusun ini terdapat 1 balita, 15 lansia, dan 1 ibu hamil yang terdampak.


Sementara itu, Dusun Kalenasem menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak cukup besar, yakni 536 jiwa dari 176 KK, dengan 146 rumah terendam. Kelompok rentan yang terdampak meliputi 23 balita, 3 bayi, dan 17 lansia.


Di Dusun Pangaritan, tercatat 98 rumah terdampak banjir dengan jumlah 326 jiwa dari 113 KK. Warga terdampak terdiri atas 18 balita, 2 lansia, serta 2 ibu hamil.


Selanjutnya, banjir juga melanda Dusun Wagirsurut dengan 90 rumah terdampak, dihuni 390 jiwa dari 150 KK. Di dusun ini terdapat 33 balita, 4 bayi, 23 lansia, dan 2 ibu hamil yang masuk dalam kategori kelompok rentan.


Adapun Dusun Ciguha mencatat dampak paling luas dari sisi jumlah rumah, yakni 169 rumah dengan 525 jiwa dari 204 KK terdampak. Kelompok rentan di wilayah ini terdiri atas 33 balita, 8 bayi, 18 lansia, serta 2 ibu hamil.


Secara keseluruhan, banjir di Desa Pegadungan berdampak pada 108 balita, 15 bayi, 75 lansia, dan 7 ibu hamil. Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut, sementara aparat desa bersama pihak terkait terus melakukan pendataan dan pemantauan kondisi di lapangan.


Pemerintah desa mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air serta menjaga keselamatan, khususnya bagi kelompok rentan, sembari menunggu langkah penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.


Penulis : Arief rachman