KARAWANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang menuntaskan seluruh rangkaian program pelatihan kerja sepanjang tahun 2025. Program peningkatan kompetensi tenaga kerja yang dilaksanakan dalam tiga tahap tersebut resmi berakhir pada 19 Desember 2025.
Kepala Bidang Bina Pelatihan dan Produktivitas (Lattas) Disnaker Karawang, Puspita Wulansari, S.H., M.H., mengatakan pelatihan kerja dimulai sejak pertengahan 2025 dan digelar di berbagai wilayah Kabupaten Karawang guna memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan keterampilan kerja.
“Secara keseluruhan, Disnaker Karawang melaksanakan 32 paket pelatihan dengan total 512 peserta. Setiap paket diikuti oleh 16 peserta dan dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja serta industri,” ujar Puspita Wulansari, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, program pelatihan kerja tersebut dirancang secara inklusif, termasuk melibatkan penyandang disabilitas. Disnaker Karawang secara khusus menyelenggarakan dua sesi pelatihan bagi kelompok disabilitas agar memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses pelatihan berbasis kompetensi.
Adapun kejuruan pelatihan yang diselenggarakan cukup beragam, meliputi bisnis dan manajemen, garmen apparel, pariwisata, tata kecantikan, teknik elektronika, teknik las, teknik listrik, refrigerasi, teknik otomotif, teknik alat berat, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), satuan pengamanan, hingga sektor manufaktur.
Selain diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri, sebagian lulusan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) juga memilih jalur wirausaha mandiri. Sejumlah peserta tercatat telah membuka usaha di bidang tata rias dan kecantikan, jasa servis dan perawatan AC rumah tangga, usaha tata boga dan barista, hingga jasa perbengkelan serta servis sepeda motor.
“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas, baik melalui penempatan kerja di perusahaan maupun pengembangan usaha mandiri,” jelas Puspita yang akrab disapa Wulan.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, mengungkapkan bahwa tingkat serapan tenaga kerja lulusan PBK menunjukkan tren positif. Dari total lulusan pelatihan, sekitar 183 orang atau 36 persen telah terserap ke dunia kerja melalui perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Karawang.
Meski demikian, Rosmalia mengakui angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan. Pasalnya, masih terdapat alumni BLK yang telah bekerja namun belum melaporkan status penempatan mereka kepada Disnaker.
“Pernah ada perusahaan yang membutuhkan sopir forklift, kami coba menghubungi alumni BLK. Ternyata hampir semuanya sudah bekerja, hanya saja tidak melapor,” ungkap Rosmalia.
Ia berharap ke depan, koordinasi dan kesadaran pelaporan dari para alumni BLK dapat ditingkatkan. Menurutnya, data penyerapan tenaga kerja yang akurat sangat penting sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar penguatan kebijakan dan perencanaan program pelatihan kerja di Kabupaten Karawang.
“Dengan data yang valid, kami bisa merancang pelatihan yang lebih tepat sasaran dan benar-benar selaras dengan kebutuhan industri,” pungkasnya.
Penulis : Arief rachman
