Karawang – Banjir merendam empat dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sedikitnya 700 unit rumah warga terdampak, dengan kelompok rentan seperti lansia, balita, dan bayi menjadi yang paling membutuhkan perhatian dan bantuan segera.
Berdasarkan data sementara pemerintah desa, banjir terjadi akibat meluapnya aliran air menyusul intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga 50 sentimeter di sejumlah titik pemukiman.
Kepala Desa Tempuran, saat ditemui di lokasi banjir, mengatakan bahwa kondisi ini menyebabkan aktivitas warga lumpuh. Sejumlah rumah terpaksa ditinggalkan sementara, sementara sebagian warga memilih bertahan dengan keterbatasan logistik.
“Yang paling kami khawatirkan adalah warga lanjut usia, balita, dan bayi. Mereka membutuhkan penanganan khusus, mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga tempat yang lebih aman,” ujar Kepala Desa Tempuran.
Ia menambahkan, pemerintah desa telah melakukan langkah awal dengan pendataan warga terdampak serta koordinasi dengan perangkat kecamatan. Namun, keterbatasan sumber daya membuat bantuan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan.
“Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Karawang, baik berupa logistik, obat-obatan, maupun penanganan lanjutan agar kondisi warga segera pulih,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, air masih menggenangi sejumlah dusun dan warga berharap banjir segera surut. Aparat desa bersama relawan setempat terus melakukan pemantauan dan membantu warga yang membutuhkan pertolongan.
