Karawang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Pangkal Perjuangan Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar program penjualan paket sembako murah bagi para anggotanya. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai 26 Januari 2026 di halaman belakang Kantor KPRI Pangkal Perjuangan, Jalan Jenderal A. Yani By Pass Nomor 100 Karawang, Senin (26/1/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam Tasyakuran Hari Jadi KPRI Pangkal Perjuangan ke-48 Tahun 2026 ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan berlangsung khidmat. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang H. Dindin Rachmadhy, S.Sos., M.M., Ketua Dekopinda Kabupaten Karawang masa bakti 2020–2025 H. Warman, S.E., Ketua Dekopinda masa bakti 2025–2030 H. Asep Junaedi, M.Pd., perwakilan PKPRI H. Anang Sutarman, M.Pd., perwakilan Bank BJB, serta para tamu undangan lainnya.
Ketua KPRI Pangkal Perjuangan Karawang, H. Dadang Rustandar, S.H., M.Si., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa perjalanan KPRI Pangkal Perjuangan selama hampir setengah abad penuh dengan dinamika dan tantangan. Ia menyebutkan, pada awal berdiri KPRI Pangkal Perjuangan hanya memiliki satu unit usaha, yakni simpan pinjam.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak serta kepercayaan anggota, saat ini KPRI Pangkal Perjuangan telah mengembangkan berbagai unit usaha, di antaranya minimarket, bengkel, apotek, kafe, usaha kuliner, hingga rumah kost,” ujar H. Dadang.
Ia menambahkan, peringatan HUT ke-48 tahun ini dikemas berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang diisi dengan berbagai kegiatan sosial seperti sunatan massal, santunan ke panti jompo, bantuan tempat ibadah, penghargaan anggota teladan, serta kegiatan gerak jalan.
“Pada HUT kali ini, koperasi fokus pada upaya peningkatan kesejahteraan anggota melalui penyediaan paket beras dan sembako murah,” katanya.
Dalam program tersebut, KPRI Pangkal Perjuangan menyediakan sebanyak 500 paket beras, yang harga pasarannya Rp14.000 per kilogram, dijual kepada anggota seharga Rp10.000 per kilogram. Selain itu, disediakan pula 500 paket sembako murah yang terdiri dari delapan jenis kebutuhan pokok, dengan harga pasar sekitar Rp130.000, namun dijual kepada anggota hanya Rp100.000 per paket.
Di akhir sambutannya, H. Dadang juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi koperasi dalam beberapa tahun terakhir, khususnya terkait penurunan jumlah anggota yang berdampak langsung pada pendapatan koperasi.
“Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, jumlah anggota berkurang sekitar 1.000 orang. Setiap tahun pengurangan anggota bisa mencapai hampir 200 orang akibat pensiun dan meninggal dunia, sementara penambahan anggota baru tidak lebih dari 50 orang per tahun,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Karawang masa bakti 2020–2025 dan 2025–2030, H. Warman, S.E. dan H. Asep Junaedi, M.Pd., menyampaikan bahwa tantangan koperasi ke depan semakin berat. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap koperasi, termasuk dengan terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Karawang.
Hal senada disampaikan oleh Sekretaris PKPRI, H. Anang Sutarman, M.Pd., yang mewakili Ketua PKPRI. Ia menilai koperasi pegawai saat ini menghadapi tantangan serius sejak diberlakukannya sistem penggajian non-tunai.
“Pendapatan pegawai langsung masuk ke rekening masing-masing, namun belum diiringi dengan kesadaran yang cukup untuk memenuhi kewajiban kepada koperasi. Hal ini tentu berdampak terhadap keberlangsungan dan kemajuan koperasi,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, H. Dindin Rachmadhy, S.Sos., M.M., dalam sambutannya mengapresiasi KPRI Pangkal Perjuangan sebagai salah satu koperasi pegawai terbesar di Karawang yang selama ini menjadi rujukan dalam tata kelola manajemen koperasi.
“KPRI Pangkal Perjuangan telah menunjukkan berbagai inovasi dan terobosan dalam pengelolaan koperasi. Hal ini patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi koperasi pegawai lainnya di Kabupaten Karawang,” ungkapnya.
Acara tasyakuran ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua KPRI Pangkal Perjuangan yang diikuti seluruh tamu undangan, dilanjutkan dengan pembukaan resmi penjualan paket sembako murah serta sesi foto bersama.
Penulis : Arief rachman

