KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Karawang (Disperindagkop UKM) resmi menggelar Bazar Ramadan 1447 Hijriah di Lapangan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan diposisikan sebagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal selama bulan suci Ramadan.
Bazar yang berlangsung selama 10 hari tersebut menghadirkan sekitar 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, fesyen muslim, kriya, hingga kebutuhan khas Ramadan lainnya. Pemerintah daerah menargetkan kunjungan rata-rata 3.000 orang setiap hari atau sekitar 30.000 pengunjung sepanjang pelaksanaan kegiatan.
Kepala Disperindagkop UKM Karawang, Dindin Rachmadhy, menegaskan bahwa Ramadan merupakan fase krusial dalam siklus ekonomi daerah. Lonjakan konsumsi rumah tangga pada periode tersebut dinilai sebagai peluang strategis bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet dan memperluas pasar.
“Momentum Ramadan harus dimanfaatkan secara maksimal. Kami ingin UMKM Karawang menjadi pemain utama dalam perputaran ekonomi daerah,” ujarnya.
Target Transaksi Rp2,5 Miliar
Dengan asumsi rata-rata omzet sebesar Rp2,5 juta per hari untuk setiap tenan, Disperindagkop UKM menargetkan total nilai transaksi selama bazar mencapai Rp2,5 miliar. Angka tersebut diharapkan menjadi stimulus nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis usaha kecil.
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan transaksi, penyelenggaraan bazar juga diarahkan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, terutama pada komoditas pangan olahan dan kebutuhan Ramadan yang kerap mengalami lonjakan harga.
Melalui penataan perdagangan yang lebih tertib dan terorganisir, pemerintah daerah berupaya menciptakan mekanisme pasar yang sehat dengan harga kompetitif bagi masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika harga bahan pokok selama Ramadan.
Multiplier Effect Dongkrak Ekonomi Lokal
Jika target transaksi Rp2,5 miliar tercapai, dengan asumsi multiplier effect sebesar 1,5 hingga 1,8, potensi total perputaran ekonomi diproyeksikan mencapai Rp3,7 miliar hingga Rp4,5 miliar.
Dampak ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM, tetapi juga sektor lain yang saling terhubung, di antaranya pembelian bahan baku dari pemasok lokal, penyerapan tenaga kerja harian tambahan, serta meningkatnya aktivitas sektor transportasi, parkir, dan jasa pendukung lainnya.
Selain itu, sirkulasi pendapatan lanjutan di tingkat rumah tangga pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara lebih luas.
Secara struktural, UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar serta relatif lebih tangguh menghadapi gejolak ekonomi.
Dorong UMKM Naik Kelas
Disperindagkop UKM menegaskan bahwa Bazar Ramadan bukan sekadar ajang penjualan musiman. Kegiatan ini menjadi bagian dari ekosistem pembinaan UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing.
“Harapannya bukan hanya transaksi yang meningkat, tetapi juga kapasitas dan daya saing pelaku UMKM Karawang,” pungkas Dindin Rachmadhy.
Dengan pendekatan tersebut, Bazar Ramadan 1447 Hijriah diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi selama Ramadan, tetapi juga berperan sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan serta memperkuat posisi UMKM sebagai motor penggerak ekonomi Kabupaten Karawang.
Penulis : Arief Rachman
