RSUD Jatisari Siapkan Unit Pengelola Darah, Target Operasional April 2026 untuk Perkuat Layanan Transfusi Mandiri

Header Menu


RSUD Jatisari Siapkan Unit Pengelola Darah, Target Operasional April 2026 untuk Perkuat Layanan Transfusi Mandiri

25 Feb 2026

Karawang — Rumah Sakit Umum Daerah Jatisari (RSUD) Jatisari terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dengan mempersiapkan operasional Unit Pengelola Darah (UPD). Unit baru tersebut dijadwalkan resmi beroperasi setelah Hari Raya Idulfitri 2026, sebagai langkah strategis menuju kemandirian penyediaan darah bagi pasien.


Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Jatisari, dr. Ilmi Cahya Ruslina, menjelaskan bahwa sebelumnya rumah sakit hanya memiliki layanan transfusi darah yang berada di ruang Kenanga. Selama ini kebutuhan darah masih bergantung pada pasokan dari Palang Merah Indonesia (PMI).


“Layanan terbaru ini akan diresmikan setelah Idulfitri. Dulu kami hanya memiliki Unit Transfusi Darah di Kenanga. Sekarang kami sudah mempunyai Unit Pengelola Darah atau UPD,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, izin operasional UPD telah resmi diterbitkan pada 13 Februari 2026. Saat ini manajemen rumah sakit masih fokus melakukan pelatihan sumber daya manusia, konsolidasi internal, serta melengkapi sarana dan prasarana penunjang operasional.


“Kami targetkan siap beroperasi sekitar April. Saat ini pasien sudah ada, tetapi penyediaan darah masih belum mandiri,” katanya.


Dengan hadirnya UPD, RSUD Jatisari nantinya dapat mengelola proses pengadaan, pengolahan hingga distribusi darah secara mandiri layaknya layanan transfusi di PMI. Pada tahap awal, rumah sakit akan menggelar kegiatan donor darah khusus untuk membangun ketersediaan stok.


Jika jumlah pendonor terus meningkat, manajemen juga berencana membentuk unit donor darah keliling guna memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.


Dr. Ilmi menegaskan, setiap darah yang diterima wajib memenuhi standar kesehatan dan keamanan medis. Selain layanan transfusi, UPD akan menyediakan teknologi pemisahan komponen darah sesuai kebutuhan terapi pasien.


Darah yang terkumpul nantinya akan diproses menjadi beberapa komponen utama, yakni sel darah merah pekat atau Pack Red Cell (PRC), trombosit, serta plasma darah. Komponen tersebut memiliki fungsi berbeda dalam penanganan medis.


Sel darah merah pekat dibutuhkan pasien anemia, penderita kanker terutama kanker darah dengan kadar hemoglobin rendah, hingga pasien hemodialisis yang umumnya mengalami penurunan hemoglobin. Sementara trombosit menjadi kebutuhan penting bagi pasien demam berdarah dengan kadar trombosit rendah.


“Pasien dengan gangguan pembekuan darah atau perdarahan membutuhkan transfusi plasma karena mengandung faktor pembekuan,” jelasnya.


Saat ini operasional UPD didukung delapan tenaga teknis medis serta 15 tenaga nonmedis yang telah dipersiapkan secara bertahap. Manajemen juga menargetkan kegiatan donor darah rutin dapat dimulai setelah Lebaran sebagai upaya menjaga ketersediaan stok secara berkelanjutan.


Berdasarkan data rumah sakit, kebutuhan darah di RSUD Jatisari mencapai sekitar 200 kantong per bulan dengan volume antara 350 hingga 450 mililiter per kantong. Dalam tiga bulan terakhir, kebutuhan berkisar antara 150 hingga 200 kantong darah.


Kehadiran Unit Pengelola Darah diharapkan tidak hanya mempercepat pelayanan transfusi, tetapi juga meningkatkan keselamatan pasien melalui ketersediaan darah yang lebih cepat, terjamin kualitasnya, serta dikelola secara profesional di tingkat rumah sakit daerah.


Penulis : Arief Rachman