KARAWANG — Staf Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Nurhali, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers menyusul polemik pemberitaan terkait interaksi komunikasi dengan media yang sempat menjadi perhatian publik. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (23/2/2026).
Melalui pernyataan tertulis tertanggal 20 Februari 2026 di Karawang, Nurhali mengakui munculnya persepsi negatif terhadap cara komunikasinya kepada sejumlah jurnalis. Ia menegaskan bahwa tidak pernah memiliki niat merendahkan profesi wartawan maupun membatasi kegiatan peliputan yang dilakukan media massa.
“Apabila dalam komunikasi yang terjadi terdapat kata-kata atau tindakan yang dianggap kurang tepat dan menyinggung rekan-rekan media, saya menyampaikan permohonan maaf dengan tulus,” ujar Nurhali dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, polemik tersebut memicu respons dari sejumlah organisasi profesi pers yang menilai komunikasi yang terjadi berpotensi menimbulkan kesan kurang profesional dalam hubungan kelembagaan antara institusi dan media. Menyikapi hal tersebut, Nurhali menyatakan penyesalan sekaligus komitmen untuk memperbaiki pola komunikasi ke depan agar lebih terbuka dan konstruktif.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menjaga keterbukaan informasi publik serta menjadi mitra penting bagi institusi pendidikan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara akurat dan berimbang.
Nurhali juga menegaskan penghormatannya terhadap kebebasan pers serta komitmen menjunjung tinggi amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjamin kemerdekaan pers di Indonesia. Ia memastikan pihaknya mendukung penuh kerja jurnalistik profesional tanpa hambatan maupun bentuk intimidasi.
Selain menyampaikan permohonan maaf, pihaknya membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan rekan-rekan media sebagai langkah memperbaiki hubungan kelembagaan. Ia juga menyatakan kesiapan memberikan klarifikasi maupun hak jawab sesuai mekanisme jurnalistik apabila dibutuhkan.
“Harapannya, hubungan yang sehat dan profesional antara institusi dan media massa dapat terus terjalin demi keterbukaan informasi publik yang akurat dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan insan pers dalam menjaga transparansi informasi serta meningkatkan kepercayaan publik.
Penulis : Arief Rachman
