Karawang – Suasana ngabuburit di Kabupaten Karawang akan semakin semarak dengan digelarnya Festival Seni Budaya Islam: Ngabuburit dan Siraman Rohani, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang. Kegiatan ini akan berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026, mulai pukul 14.30 WIB hingga selesai di ABG Coffee & Live Music.
Festival ini menghadirkan perpaduan seni budaya Islami dengan kegiatan siraman rohani yang bertujuan memperkaya spiritualitas masyarakat selama bulan suci Ramadan. Acara tersebut juga akan menghadirkan tokoh agama KH. Abdul Mukti yang akan menyampaikan tausiah sekaligus berkolaborasi dalam pertunjukan seni religi “Tolek” (Topeng Golek).
Beragam penampilan seni tradisi bernuansa Islami akan meramaikan panggung festival, di antaranya musik gambus, tarian Islami, musik etnik Sunda Islami, qosidah, hadroh, marawis, dogdog panggeuing, hingga kacapi kawih Islami. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat yang menunggu waktu berbuka puasa, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya yang sarat nilai religius.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, menyampaikan bahwa festival ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melestarikan seni budaya daerah yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang ekspresi bagi para seniman sekaligus memberikan siraman rohani kepada masyarakat. Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus menjaga kekayaan budaya lokal,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Bupati Karawang Aep Syaepuloh dan Wakil Bupati Maslani turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival yang diharapkan mampu memperkuat identitas budaya religius di tengah masyarakat.
Selain menjadi ajang hiburan dan dakwah, festival ini juga diharapkan mampu mempererat silaturahmi antar masyarakat serta memberikan ruang bagi pelaku seni lokal untuk menampilkan karya mereka kepada publik.
Dengan konsep kolaborasi antara dakwah, seni, dan budaya, Festival Seni Budaya Islam diharapkan menjadi agenda yang tidak hanya menghidupkan suasana Ramadan di Karawang, tetapi juga memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi yang bernilai religius.
Penulis : Arief Rachman
