Ratusan Jurnalis Karawang, Bekasi, dan Purwakarta Gelar Silaturahmi Akbar Pers 2026, Suarakan Profesionalisme dan Kebebasan Pers

Header Menu


Ratusan Jurnalis Karawang, Bekasi, dan Purwakarta Gelar Silaturahmi Akbar Pers 2026, Suarakan Profesionalisme dan Kebebasan Pers

12 Mar 2026

Karawang – Ratusan insan pers dari Kabupaten Karawang, Bekasi, dan Purwakarta memadati Aula Husni Hamid, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Karawang, Rabu (11/3/2026). Kegiatan bertajuk Silaturahmi Akbar Pers 2026 tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya para jurnalis, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi sekaligus forum penyampaian aspirasi terkait berbagai persoalan dunia pers di daerah.


Sejak pukul 15.00 WIB, jurnalis dari berbagai media cetak, online, dan elektronik mulai berdatangan. Hingga acara berakhir sekitar pukul 19.00 WIB, suasana aula dipenuhi diskusi serius, perbincangan hangat, serta berbagai pandangan kritis mengenai hubungan antara media dan pemerintah daerah.


Kegiatan ini dihadiri belasan organisasi wartawan dari wilayah Karawang, Bekasi, dan Purwakarta. Kehadiran mereka mencerminkan meningkatnya kesadaran di kalangan jurnalis daerah untuk memperkuat solidaritas profesi sekaligus memperjuangkan ruang kerja jurnalistik yang lebih sehat dan profesional.


Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Pers 2026, Doni Ardon, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang tidak sekadar sebagai seremoni, tetapi juga sebagai ruang dialog terbuka antara insan pers dan para pemangku kebijakan.


“Silaturahmi ini menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memberikan ruang bagi insan pers untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para pemangku kebijakan,” ujar Doni dalam sambutannya.


Menurutnya, pers sebagai pilar keempat demokrasi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu, komunikasi yang sehat antara media dan pemerintah daerah menjadi hal yang sangat penting.


Meski demikian, ia menegaskan bahwa hubungan harmonis antara pemerintah dan media tidak boleh dimaknai sebagai upaya meredam kritik.


“Pers tetap harus kritis. Justru kritik yang konstruktif dari media menjadi bagian penting dalam memperbaiki kebijakan publik,” tegasnya.


Sementara itu, Sekretaris Panitia, Nurdin Syam yang akrab disapa MR. KiM, menilai kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat solidaritas antarinsan pers di wilayah Jawa Barat VII yang meliputi Karawang, Bekasi, dan Purwakarta.


“Melalui kegiatan ini kita ingin memperkuat persaudaraan antar jurnalis sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antar organisasi wartawan,” kata MR. KiM.


Dalam forum dialog yang berlangsung cukup dinamis, sejumlah isu strategis dunia pers turut mencuat ke permukaan. Para jurnalis menyoroti berbagai tantangan yang kini dihadapi industri media, mulai dari tekanan ekonomi terhadap perusahaan pers, maraknya penyebaran informasi hoaks, hingga praktik jurnalistik tidak profesional yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap media.


Selain itu, persoalan perlindungan terhadap wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik juga menjadi perhatian penting dalam diskusi tersebut. Beberapa jurnalis bahkan menyinggung masih adanya hambatan dalam memperoleh akses informasi publik dari sejumlah instansi pemerintah daerah.


Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat kerja jurnalistik yang seharusnya berjalan secara transparan dan terbuka.


Di sisi lain, para peserta juga menekankan pentingnya menjaga independensi media di tengah dinamika politik dan ekonomi yang semakin kompleks. Pers daerah diharapkan tidak terjebak dalam kepentingan kelompok tertentu yang dapat memengaruhi objektivitas pemberitaan.


Diskusi yang berlangsung dalam forum tersebut menunjukkan bahwa pers daerah tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.


Peran kontrol sosial tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya di tingkat daerah.


Selain dialog serius, kegiatan ini juga diwarnai suasana kekeluargaan melalui sesi ramah tamah dan buka puasa bersama. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa di tengah perbedaan pandangan dan dinamika profesi, insan pers tetap menjunjung tinggi semangat persatuan.


Silaturahmi Akbar Pers 2026 di Karawang diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Sejumlah peserta berharap forum ini dapat menjadi awal dari gerakan kolektif untuk memperkuat profesionalisme, integritas, serta solidaritas wartawan di daerah.


Di tengah derasnya arus informasi digital dan tantangan industri media yang semakin kompleks, pers daerah dituntut semakin kuat, independen, dan berintegritas.


Sebab pada akhirnya, pers yang bebas dan profesional bukan hanya menjadi kepentingan para wartawan, melainkan juga hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang jujur, akurat, dan dapat dipercaya.


Penulis : Arief Rachman