Direktur RSUD Jatisari Minta Maaf Langsung ke Pasien, Pelayanan IGD Jadi Bahan Evaluasi Serius

Header Menu


Direktur RSUD Jatisari Minta Maaf Langsung ke Pasien, Pelayanan IGD Jadi Bahan Evaluasi Serius

16 Apr 2026

Karawang – Pelayanan darurat di RSUD Jatisari Kabupaten Karawang menjadi sorotan publik setelah adanya laporan pasien dalam kondisi kritis yang diduga belum mendapatkan penanganan awal secara maksimal di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti manajemen rumah sakit dengan langkah cepat dan responsif.


Peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/4/2026). Keluarga pasien menyampaikan bahwa saat pasien datang ke IGD RSUD Jatisari, kondisi ruangan dalam keadaan penuh. Bahkan, keluarga menyebut tidak ada dokter yang siaga pada saat pasien membutuhkan penanganan cepat, sehingga memicu kekhawatiran dan perhatian publik terhadap pelayanan darurat di rumah sakit tersebut.


Menanggapi hal tersebut, pihak RSUD Jatisari Karawang segera mengambil langkah cepat sebagai bentuk tanggung jawab dan empati terhadap pasien dan keluarga. Direktur RSUD Jatisari, dr. Anisah, M.Epid., secara langsung mendatangi pasien yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Izza Cikampek untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak keluarga.


Dalam kunjungan tersebut, dr. Anisah menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen rumah sakit, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan di unit gawat darurat yang menjadi pintu utama penanganan pasien.


"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga pasien. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi kami agar ke depan pelayanan, terutama di IGD, dapat berjalan lebih optimal dan sigap dalam menangani pasien darurat," ujar dr. Anisah.


Sikap responsif dan keterbukaan yang ditunjukkan pihak RSUD Jatisari mendapat apresiasi dari keluarga pasien. Dalam suasana haru, keluarga menerima permohonan maaf tersebut dengan lapang dada serta berharap pelayanan kesehatan di RSUD Jatisari dapat semakin baik ke depannya.


Keluarga pasien juga menyampaikan pesan agar kejadian serupa tidak terulang kembali, serta meminta rumah sakit meningkatkan kesiapsiagaan tenaga medis dan fasilitas, terutama dalam menangani pasien dalam kondisi kritis.


Langkah cepat yang diambil oleh manajemen RSUD Jatisari dinilai sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kepercayaan masyarakat serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Karawang. Transparansi dan tanggung jawab yang ditunjukkan menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan kesehatan yang profesional dan humanis.


Dengan adanya evaluasi menyeluruh ini, RSUD Jatisari diharapkan dapat terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan maksimal di saat kondisi darurat.


Penulis : Arief Rachman