KARAWANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan mandiri di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, melakukan peninjauan langsung ke Lapas Kelas IIA Karawang, Senin (26/5).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program pembinaan kemandirian warga binaan berjalan optimal, sekaligus mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam agenda tersebut, Dirjen PAS bersama rombongan meninjau berbagai sektor produktif yang dikembangkan di lingkungan lapas. Program-program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan pemberdayaan warga binaan agar memiliki kemampuan produktif setelah kembali ke masyarakat.
“Program ketahanan pangan dan MBG ini merupakan bagian dari pembinaan yang berdampak langsung, baik untuk warga binaan maupun masyarakat luas. Ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program strategis nasional,” ujar Mashudi di sela kunjungan.
Peninjauan diawali di Satuan Pelayanan Pembuatan Makanan (SPPG) Warung Bambu. Pada lokasi tersebut, Dirjen PAS memastikan kesiapan fasilitas dapur, standar higienitas, hingga kualitas pengolahan makanan yang menjadi penunjang utama program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selanjutnya, rombongan meninjau area hortikultura yang menjadi pusat budidaya tanaman pangan dan sayuran segar hasil kerja warga binaan. Area ini dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan berbasis pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas.
Tidak hanya itu, Lapas Kelas IIA Karawang juga mengembangkan budidaya maggot dan bank pakan sebagai inovasi pengelolaan limbah organik menjadi pakan alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Di sektor peternakan, rombongan melihat langsung area peternakan ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) yang saat ini memiliki sekitar 1.000 ekor ayam petelur dan pedaging. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein dan gizi.
Sementara itu, pada area peternakan domba dan penggemukan sapi, pihak lapas menargetkan kontribusi terhadap penguatan sektor pangan berbasis peternakan di wilayah Karawang dan sekitarnya.
Pada sektor perikanan, Lapas Kelas IIA Karawang juga menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini terdapat budidaya ikan bawal sebanyak 2.000 ekor, ikan lele 6.000 ekor, ikan patin 1.576 ekor, serta penebaran benih ikan nila nirwana sebanyak 21.000 ekor.
Program-program tersebut dinilai menjadi bentuk pembinaan modern dan produktif yang tidak hanya berorientasi pada keamanan pemasyarakatan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Dengan pengembangan ketahanan pangan terintegrasi tersebut, Lapas Kelas IIA Karawang diharapkan mampu menjadi model pembinaan kemandirian warga binaan yang produktif, inovatif, dan selaras dengan program strategis nasional pemerintah.
Penulis : Arief Rachman
