Milangkala Tatar Sunda di Karawang, Kirab Budaya “Binokasih Mulang Salaka” Gaungkan Spirit Leluhur Sunda

Header Menu


Milangkala Tatar Sunda di Karawang, Kirab Budaya “Binokasih Mulang Salaka” Gaungkan Spirit Leluhur Sunda

8 Mei 2026

Karawang – Kabupaten Karawang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat sejarah dan budaya Sunda melalui gelaran Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bertajuk “Nyuhun Buhun, Nata Nagara” yang akan berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026 mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai. Kegiatan budaya tersebut menjadi momentum sakral untuk mengenang perjalanan panjang peradaban Sunda sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur.


Kegiatan yang didukung penuh oleh Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati Karawang Maslani itu diperkirakan akan dipadati ribuan masyarakat dari berbagai daerah yang turut memeriahkan kirab budaya dengan mengenakan pakaian adat Sunda serta membawa simbol-simbol budaya dan kerajaan Sunda.


Karawang selama ini dikenal sebagai lumbung padi nasional. Namun di balik identitas agraris tersebut, wilayah ini menyimpan jejak sejarah besar Tatar Sunda yang telah hidup sejak ratusan tahun silam. Tanah Karawang menjadi saksi perjalanan budaya, spiritualitas, hingga perjuangan para leluhur Sunda yang diwariskan lintas generasi.


Kirab Budaya Tatar Sunda kali ini mengangkat kisah monumental “Binokasih Mulang Salaka”, sebuah simbol penting dalam sejarah kerajaan Sunda. Pada masa Kerajaan Sunda, mahkota Binokasih dipercaya sebagai lambang kehormatan, persatuan, dan kebesaran para raja Sunda. Mahkota tersebut diwariskan turun-temurun sebagai amanah untuk menjaga rakyat, adat, serta kelestarian budaya Sunda.


Secara filosofi, “Binokasih” memiliki makna kasih sayang dan kebijaksanaan, sementara “Mulang Salaka” dimaknai sebagai kembalinya warisan leluhur ke tanah asal peradaban Sunda. Nilai itu menjadi pesan moral agar generasi masa kini tetap menjaga identitas budaya di tengah derasnya perkembangan zaman.


Karawang dipilih sebagai salah satu pusat kirab budaya karena memiliki keterkaitan erat dengan sejarah penyebaran Islam dan perjalanan kerajaan Sunda di Jawa Barat. Di wilayah ini berdiri Masjid Agung Karawang yang dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Pulau Jawa dan menjadi simbol harmonisasi antara budaya Sunda dan nilai-nilai Islam.


Dalam cerita rakyat Sunda, Karawang juga dikaitkan dengan kisah bersejarah antara Prabu Siliwangi atau Raden Pamanah Rasa dengan Nyai Subang Larang, seorang perempuan religius dan cerdas yang merupakan murid dari Syekh Quro. Dari hubungan tersebut lahir keturunan yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Sunda dan Cirebon.


Syekh Quro sendiri dikenal sebagai ulama besar yang menyebarkan Islam melalui pendekatan budaya dan kedamaian. Ia mendirikan pesantren di Karawang dan mengajarkan nilai agama tanpa menghilangkan adat Sunda yang telah hidup di tengah masyarakat. Hal itu menjadikan Karawang sebagai titik pertemuan antara agama, budaya, dan peradaban.


Tak hanya itu, Karawang juga memiliki hubungan erat dengan sosok Raden Adipati Singaperbangsa yang dikenal sebagai pejuang dan pendiri pemerintahan Karawang. Namanya hingga kini menjadi simbol keberanian, persatuan, dan semangat perjuangan masyarakat Sunda di wilayah Pantura Jawa Barat.


Kirab Budaya Tatar Sunda “Binokasih Mulang Salaka” bukan hanya sekadar arak-arakan budaya, tetapi juga perjalanan spiritual dan penghormatan terhadap sejarah leluhur. Ribuan peserta akan membawa panji-panji budaya, alat musik tradisional, hingga simbol kerajaan Sunda sebagai bentuk penghormatan kepada warisan nenek moyang.


Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak kembali memahami nilai luhur budaya Sunda seperti silih asah, silih asih, dan silih asuh yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Sunda sejak dahulu. Nilai gotong royong dan persatuan juga menjadi pesan utama dalam kirab budaya tersebut.


Semangat “Satu Budaya, Satu Sunda, Satu Indonesia” menjadi penegasan bahwa budaya Sunda bukan hanya kebanggaan masyarakat Jawa Barat, tetapi juga bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara yang harus dijaga bersama.


Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai budaya daerah, menjaga sejarah leluhur, serta merawat identitas bangsa agar tetap hidup dan lestari sepanjang masa.


Penulis : Arief Rachman