KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk memperkuat kondusivitas kawasan industri sebagai upaya menjaga iklim investasi tetap aman dan kompetitif. Kegiatan berlangsung di Aula Tathya Dharaka, Polres Karawang, Senin (13/7/2026).
Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., unsur Forkopimda, Kajari Karawang, Dandim 0604/Karawang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, serta para pimpinan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Karawang.
Dalam sambutannya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan bahwa Karawang memiliki posisi strategis sebagai daerah yang mampu menyeimbangkan sektor pertanian dan industri. Menurutnya, Karawang tetap menjadi salah satu lumbung padi nasional dengan luas lahan sawah sekitar 87 ribu hektare yang mampu menghasilkan sekitar 1,4 juta ton gabah per tahun. Di sisi lain, keberadaan sembilan kawasan industri besar menjadikan Karawang sebagai salah satu pusat investasi nasional.
Bupati Aep menyampaikan, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas investasi di tengah berbagai tantangan.
"Karawang tidak terlepas dari sektor industri. Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap langkah-langkah yang diambil ke depan semakin konkret. Kami memohon arahan dari Bapak Kapolda agar investasi di Karawang dapat terus berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Aep.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menciptakan proses rekrutmen tenaga kerja yang transparan. Pemkab, kata dia, telah menyediakan layanan informasi lowongan kerja secara gratis melalui situs resmi pemerintah guna meminimalkan praktik percaloan maupun pungutan liar.
"Kami meyakini sistem yang telah dibangun berjalan dengan baik. Namun, apabila masih ditemukan oknum, baik di tingkat perusahaan maupun lingkungan lainnya, tentu akan menjadi perhatian bersama. Bersama APINDO dan Forkopimda, kami berkomitmen mendukung penuh program 'Jaga Rawat – Jaga Jawa Barat' demi menjaga investasi tetap kondusif," tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto menekankan pentingnya penguatan kolaborasi seluruh elemen dalam menjaga keamanan dan kepastian investasi di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Karawang yang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia.
Menurutnya, program "Jaga Rawat – Jaga Jawa Barat" menjadi landasan dalam menciptakan stabilitas daerah dengan mengedepankan empat prinsip utama, yakni adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif.
Kapolda menjelaskan bahwa di tengah dinamika ekonomi global, investasi memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Karena itu, seluruh pihak harus mampu menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif agar para investor memperoleh kepastian dalam menjalankan usahanya.
"Investasi harus menjadi roda penggerak ekonomi yang memberikan multiplier effect, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat bagi negara dan kelestarian lingkungan," ujar Kapolda.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Polda Jawa Barat dan Forkopimda berharap tercipta sinergi yang semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan industri. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing Karawang sebagai daerah tujuan investasi unggulan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis : Arief Rachman
