RSUD Jatisari Hadirkan Layanan Ortopedi dan Traumatologi, dr. Moh Arie: Jangan Salah Penanganan Patah Tulang

Header Menu


RSUD Jatisari Hadirkan Layanan Ortopedi dan Traumatologi, dr. Moh Arie: Jangan Salah Penanganan Patah Tulang

16 Jul 2026

KARAWANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jatisari Kabupaten Karawang terus memperkuat layanan kesehatan dengan menghadirkan Poliklinik Ortopedi dan Traumatologi yang ditangani langsung oleh dr. Moh Arie Arifin, Sp.OT, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya di wilayah timur Karawang dan Pantura.


Layanan tersebut diperuntukkan bagi pasien yang mengalami gangguan pada tulang, persendian, otot, ligamen, saraf, hingga berbagai cedera akibat kecelakaan maupun aktivitas olahraga. Poliklinik Ortopedi dan Traumatologi melayani konsultasi serta pemeriksaan setiap Senin, Selasa, dan Kamis pukul 13.00–15.00 WIB. Namun, karena jadwal praktik bersifat tentatif, masyarakat diimbau melakukan konfirmasi terlebih dahulu melalui media informasi resmi RSUD Jatisari.


RSUD Jatisari merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Karawang yang menjadi salah satu rujukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kecamatan Jatisari dan wilayah sekitarnya, termasuk kawasan Pantura. Selain memiliki Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi selama 24 jam, rumah sakit ini juga dilengkapi layanan rawat jalan, rawat inap, laboratorium, radiologi, farmasi, serta berbagai pelayanan spesialis.


Lulusan Universitas Brawijaya


Kamis (16/07/2026), dr. Moh Arie Arifin menjelaskan bahwa dirinya merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang. Ia menyelesaikan pendidikan dokter umum dan spesialis ortopedi di kampus tersebut, kemudian lulus sebagai dokter spesialis pada tahun 2023 dan mulai mengabdikan diri di Kabupaten Karawang sejak awal 2025.


"Saya berasal dari Malang, Jawa Timur. Pendidikan dokter umum maupun spesialis ortopedi saya tempuh di Universitas Brawijaya. Setelah lulus tahun 2023, saya mulai bertugas di Karawang pada awal 2025," ujarnya.


Ortopedi Tidak Hanya Menangani Patah Tulang


Menurut dr. Moh Arie, masih banyak masyarakat yang menganggap dokter ortopedi hanya menangani kasus patah tulang. Padahal, ilmu ortopedi mencakup seluruh sistem gerak tubuh manusia.


"Ortopedi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari dan menangani tulang, persendian, otot, ligamen, saraf hingga tulang rawan. Jadi bukan hanya patah tulang, tetapi juga berbagai kelainan sistem gerak manusia," jelasnya.


Ia menyebutkan sejumlah penyakit yang paling sering ditangani di antaranya patah tulang akibat kecelakaan lalu lintas, cedera kerja, cedera olahraga, kelainan bawaan seperti kaki bengkok (clubfoot) dan dislokasi panggul sejak lahir, skoliosis, osteoarthritis atau pengapuran sendi, osteoporosis, saraf terjepit, frozen shoulder, hingga tumor tulang dan jaringan penunjang.


Cedera Akibat Kecelakaan Masih Mendominasi


Menurut dr. Moh Arie, kasus terbanyak yang ditangani dokter ortopedi di Indonesia masih berasal dari cedera akibat kecelakaan.


"Kasus yang paling sering kami tangani adalah cedera akibat kecelakaan. Baik kecelakaan lalu lintas, terjatuh, maupun kecelakaan kerja. Hampir di seluruh Indonesia, kasus seperti ini masih menjadi penyebab utama pasien datang ke dokter ortopedi," katanya.


Selain itu, dokter juga banyak menangani kelainan kongenital atau bawaan sejak lahir seperti kaki bengkok, dislokasi sendi, serta skoliosis yang menyebabkan kelengkungan tulang belakang.


Penyakit Degeneratif Banyak Dialami Lansia


Pada kelompok usia lanjut, penyakit degeneratif menjadi salah satu keluhan yang paling banyak ditemukan. Pengapuran sendi lutut atau osteoarthritis merupakan kasus yang paling sering dialami masyarakat, terutama perempuan setelah memasuki masa menopause.


"Kasus pengapuran sendi lutut sangat banyak kami jumpai. Selain itu ada osteoporosis, gangguan tulang belakang, robekan meniskus, frozen shoulder hingga saraf terjepit. Semua itu termasuk penyakit degeneratif yang berkaitan dengan proses penuaan," jelasnya.


Ia menambahkan, berbagai benjolan atau tumor pada tulang maupun jaringan lunak juga menjadi bagian dari pelayanan ortopedi yang penanganannya dilakukan secara kolaboratif dengan dokter spesialis bedah apabila diperlukan.


Cedera Olahraga Terus Meningkat


Meningkatnya tren olahraga di tengah masyarakat turut berdampak pada bertambahnya jumlah pasien cedera olahraga.


Menurut dr. Moh Arie, olahraga seperti sepak bola, futsal, lari, tenis hingga padel yang kini sedang populer menjadi penyebab meningkatnya cedera ligamen, lutut, bahu, maupun siku.


"Saat ini olahraga padel dan tenis cukup banyak menimbulkan cedera, terutama pada persendian siku. Karena itu masyarakat perlu memperhatikan teknik bermain dan melakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga," katanya.


Karawang Memiliki Angka Cedera Kerja Tinggi


Sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, Karawang juga memiliki angka cedera kerja yang cukup tinggi.


Tidak sedikit pekerja yang mengalami patah tulang akibat kecelakaan kerja, seperti tangan terjepit mesin, terjatuh saat bekerja, hingga trauma akibat penggunaan alat berat.


"Karawang merupakan kawasan industri besar, sehingga kami cukup sering menangani pasien dengan patah tulang akibat kecelakaan kerja maupun cedera berat pada anggota gerak," ungkapnya.


Jangan Salah Penanganan Saat Patah Tulang


dr. Moh Arie mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penanganan yang keliru ketika menemukan korban patah tulang.


Menurutnya, korban harus segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan, termasuk foto rontgen, sehingga dapat diketahui tingkat keparahan cedera dan memperoleh terapi yang tepat.


"Kalau mengalami patah tulang, jangan salah tujuan. Segera datang ke rumah sakit agar dilakukan pemeriksaan. Semakin cepat ditangani, semakin baik hasil penyembuhannya," tegasnya.


Ia menambahkan bahwa keterlambatan penanganan dapat menyebabkan kondisi pasien semakin berat dan menyulitkan proses pemulihan.


"Dalam ortopedi kami berpacu dengan waktu. Penanganan sejak dini memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan pasien yang datang terlambat setelah mendapatkan penanganan yang tidak tepat," ujarnya.


Cedera Terkilir Jangan Langsung Dipijat


Selain patah tulang, dr. Moh Arie juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru memijat bagian tubuh yang mengalami cedera akibat terkilir atau terjatuh.


"Kalau terkilir atau jatuh, sebaiknya diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada patah tulang atau robekan ligamen. Jangan langsung dipijat karena justru bisa memperparah cedera," katanya.


Menurutnya, pembengkakan pada beberapa hari pertama setelah cedera merupakan proses alami tubuh dalam penyembuhan sehingga tidak selalu memerlukan tindakan pijat.


Siap Menjadi Trauma Center


Terkait kesiapan pelayanan, dr. Moh Arie menyampaikan RSUD Jatisari telah siap memberikan penanganan awal terhadap pasien trauma tulang dan sendi.


"Selama kondisi pasien masih dapat ditangani di RSUD Jatisari, kami akan memberikan pelayanan secara maksimal. Apabila membutuhkan tindakan lanjutan dengan fasilitas yang lebih lengkap, pasien akan dirujuk sesuai kebutuhan agar memperoleh pelayanan terbaik," tuturnya.


Dengan hadirnya layanan Poliklinik Ortopedi dan Traumatologi, RSUD Jatisari diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Karawang, khususnya wilayah timur dan Pantura. Kehadiran dokter spesialis ortopedi juga menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Karawang dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang profesional, aman, berkualitas, dan mudah dijangkau masyarakat.


Penulis : Arief Rachman