Bupati Aep Buka Gerakan Pangan Murah di Pejaten, P2WKSS Didorong Jadi Penggerak Kesejahteraan Keluarga

Header Menu


Bupati Aep Buka Gerakan Pangan Murah di Pejaten, P2WKSS Didorong Jadi Penggerak Kesejahteraan Keluarga

11 Agu 2026

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya untuk terus menempatkan kebutuhan dasar masyarakat sebagai prioritas dalam pembangunan daerah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh saat menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), Gerakan Tanam Cabai, dan Bazar UMKM di Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Selasa (11/8/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) yang menempatkan Desa Pejaten sebagai lokus pelaksanaan tahun 2026.


Bagi Pemerintah Kabupaten Karawang, pelaksanaan P2WKSS tidak semata-mata berorientasi pada penilaian atau penghargaan di tingkat provinsi. Program tersebut dipandang sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat yang harus tetap dijalankan karena menyentuh langsung kehidupan keluarga dan peningkatan kesejahteraan warga.


Bupati Aep menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan program pembangunan tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meskipun pelaksanaannya dihadapkan pada berbagai keterbatasan.


“Walaupun program P2WKSS saat ini tidak masuk dalam penilaian formal di tingkat provinsi, kita tetap wajib melaksanakannya demi kemaslahatan masyarakat,” tegas Aep.


Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan pemerintah. Keberhasilan berbagai program membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur kewilayahan.


Aep bahkan mengibaratkan kolaborasi tersebut sebagai sebuah tim yang harus bergerak bersama.


“Kita ini bukan Superman. Kita ini adalah super team. Tidak ada yang hebat. Yang hebat itu adalah semuanya. Kalau kita menyatu kita akan hebat, begitupun program P2WKSS,” ujarnya.


Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga


Gerakan Pangan Murah yang digelar di Desa Pejaten menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.


Sementara Gerakan Tanam Cabai diarahkan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.


Upaya tersebut juga memiliki keterkaitan dengan pengendalian inflasi, khususnya komoditas pangan yang harganya dapat mengalami fluktuasi.


Di sisi lain, pelaksanaan bazar UMKM memberikan ruang bagi pelaku usaha masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka. Dengan demikian, kegiatan P2WKSS tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi keluarga.


Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep juga menyampaikan sejumlah kebijakan Pemerintah Kabupaten Karawang yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama sektor kesehatan dan pendidikan.


Di bidang kesehatan, Pemkab Karawang terus berupaya memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan. Sementara di sektor pendidikan, pemerintah daerah melakukan pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan, baik tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.


Khusus di Desa Pejaten sebagai lokus P2WKSS, perhatian juga diberikan terhadap penyelesaian fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Keberadaan fasilitas pendidikan usia dini dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang sekaligus memberikan fondasi pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.


“Insyaallah walaupun dengan keterbatasan anggaran yang ada, insyaallah akan kita bantu. Apapun yang menjadi kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama,” kata Aep.


Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan di tingkat desa tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menyasar kualitas sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi keluarga.


Apresiasi Gotong Royong


Bupati Aep menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah daerah di Desa Pejaten.


Ia mengapresiasi keterlibatan unsur Muspika Kecamatan Cibuaya, para kepala desa, kader pemberdayaan masyarakat, TP-PKK, pelaku UMKM, serta masyarakat yang turut menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.


Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar program pembangunan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat berkelanjutan.


Semangat kolaborasi tersebut sekaligus menjadi fondasi bagi pelaksanaan P2WKSS agar pemberdayaan perempuan dan keluarga dapat berkembang secara nyata di tengah masyarakat.


Melalui Gerakan Pangan Murah, Gerakan Tanam Cabai, Bazar UMKM, serta penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap Desa Pejaten dapat menjadi contoh bahwa pembangunan berbasis keluarga dapat dilakukan melalui kerja bersama.


Program tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang pembangunan wilayah, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan keluarga memiliki akses terhadap pangan, kesehatan, pendidikan, dan peluang ekonomi yang lebih baik.


Dengan pendekatan tersebut, P2WKSS di Desa Pejaten diharapkan mampu menjadi gerakan pemberdayaan yang tumbuh dari masyarakat, diperkuat pemerintah, dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga di Kabupaten Karawang.


Penulis : Arief Rachman