Bupati Aep Kukuhkan Tim Penggerak Literasi Daerah, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Karawang

Header Menu


Bupati Aep Kukuhkan Tim Penggerak Literasi Daerah, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Karawang

27 Agu 2026

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat budaya literasi sebagai salah satu fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan Tim Penggerak Literasi Daerah Kabupaten Karawang oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, sekaligus pembukaan Workshop Peningkatan Kompetensi Literasi Sains dan Numerasi bagi guru Matematika, Fisika, IPA, dan IPAS se-Kabupaten Karawang.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Husni Hamid, Kamis (27/8/2026), tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan Literasi Kabupaten Karawang Tahun 2026 dengan mengusung tema “Mesin Penggerak Perubahan Budaya Literasi Kabupaten Karawang.”


Pengukuhan Tim Penggerak Literasi Daerah Kabupaten Karawang dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karawang Nomor 1003.3.3.2/Kep.598-Hub/2025. Sementara itu, workshop peningkatan kompetensi diikuti sebanyak 90 guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Karawang dengan menghadirkan narasumber dari Institut Teknologi Bandung (ITB).


Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan bahwa penguatan budaya literasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan komitmen, konsistensi, serta kerja bersama dari berbagai unsur, khususnya para guru yang memiliki posisi strategis dalam membentuk kualitas generasi masa depan.


Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya berpikir kritis, kemampuan memahami informasi, serta kecakapan numerasi dan sains peserta didik.


Bupati Aep juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan tertib dan disiplin.


“Segala sesuatu harus dimulai dari diri kita sendiri. Saya meyakini Karawang memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penopang utama ibu kota,” kata Aep.


Ia menekankan, pembangunan Kabupaten Karawang tidak mungkin hanya mengandalkan kemampuan pemerintah daerah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Aep pun mengibaratkan kolaborasi tersebut sebagai sebuah tim yang saling melengkapi dalam mencapai tujuan pembangunan.


“Saya sering menyampaikan, kita ini bukan Superman, tetapi Superteam. Keberhasilan bisa dihasilkan dari kebersamaan,” ujarnya.


Perkuat Kompetensi Guru


Pelaksanaan workshop literasi sains dan numerasi menjadi salah satu langkah konkret Pemkab Karawang dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik. Kehadiran narasumber dari ITB diharapkan dapat memberikan pengayaan pengetahuan serta pendekatan pembelajaran yang relevan bagi para guru.


Penguatan literasi sains dan numerasi dinilai penting di tengah tuntutan pendidikan yang semakin menekankan kemampuan peserta didik dalam memahami informasi, menganalisis persoalan, mengambil keputusan, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.


Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Karawang.


Siapkan Perpustakaan Daerah Modern


Selain meningkatkan kompetensi para guru, Pemkab Karawang juga menyiapkan penguatan dari sisi sarana dan prasarana pendukung budaya literasi.


Bupati Aep mengungkapkan, pemerintah daerah berencana membangun Gedung Perpustakaan Daerah yang lebih modern pada tahun depan. Pembangunan tersebut diproyeksikan membutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar hingga Rp6 miliar.


“Insyaallah tahun depan kami juga akan membuat perpustakaan dengan anggaran kurang lebih Rp5 sampai Rp6 miliar. Kalau fasilitasnya ada, guru penggeraknya ada, dan timnya ada, insyaallah gerakan literasi ini bisa semakin kuat,” katanya.


Menurut Aep, keberadaan fasilitas literasi yang representatif harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia dan gerakan literasi yang terorganisasi. Dengan demikian, perpustakaan tidak sekadar menjadi tempat menyimpan buku, tetapi dapat berkembang menjadi ruang belajar, pengembangan pengetahuan, serta pusat aktivitas literasi masyarakat.


Melalui pengukuhan Tim Penggerak Literasi Daerah, peningkatan kompetensi guru, serta rencana pembangunan perpustakaan modern, Pemkab Karawang menargetkan gerakan literasi dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.


Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM Karawang yang unggul, adaptif, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu menjawab tantangan pembangunan di masa mendatang.


Dengan semangat kolaborasi dan penguatan ekosistem pendidikan, budaya literasi diharapkan tidak berhenti pada rangkaian kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang hidup di sekolah, keluarga, dan tengah masyarakat Kabupaten Karawang.


Penulis : Arief Rachman