KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan angka stunting melalui intervensi kesehatan dan pemenuhan gizi sejak usia dini. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pemberian vitamin dan kalsium kepada balita yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Karawang.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian suplementasi bagi balita, tetapi sekaligus menjadi momentum penguatan layanan kesehatan dasar dan pendataan kondisi tumbuh kembang anak. Data tersebut diharapkan menjadi pijakan pemerintah dalam menentukan intervensi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan berlangsung di Posyandu Resinda. Sebanyak 54 balita mendapatkan vitamin dan kalsium dalam kegiatan yang turut dihadiri langsung Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE, Ketua TP PKK Kabupaten Karawang sekaligus Bunda PAUD, Ibu Vida Syaepuloh.
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengatakan, pemberian vitamin dan kalsium merupakan bagian dari langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan tumbuh kembang anak mendapatkan perhatian sejak dini.
"Melalui kegiatan serentak ini, kita tidak hanya memberikan vitamin dan kalsium kepada balita, tetapi juga melakukan pendataan secara menyeluruh sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Karawang," ujar Aep.
Menurutnya, ketersediaan data yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah kebijakan dan intervensi pemerintah. Dengan data yang terukur, anak-anak yang memiliki risiko gangguan pertumbuhan dapat lebih cepat diidentifikasi sehingga memperoleh pendampingan dan penanganan sesuai kebutuhan.
"Data yang akurat sangat penting agar intervensi pemerintah benar-benar menyentuh anak yang membutuhkan. Kita ingin memastikan tidak ada balita yang luput dari perhatian, khususnya dalam aspek kesehatan dan pemenuhan gizinya," katanya.
Aep menambahkan, upaya pencegahan dan penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para kader Posyandu, tenaga kesehatan, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, TP PKK, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut.
"Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga keluarga. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis dapat melahirkan generasi Karawang yang sehat, cerdas, dan berkualitas," tegasnya.
Pelaksanaan secara serentak di seluruh kecamatan juga menunjukkan bahwa penanganan stunting di Kabupaten Karawang diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan pemberian vitamin dan kalsium semata. Pemerintah daerah terus mendorong pendekatan yang lebih komprehensif melalui peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, edukasi keluarga, pemantauan tumbuh kembang, serta penguatan sistem pendataan.
Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam memastikan balita mendapatkan pemantauan secara berkala. Kader Posyandu juga menjadi bagian penting dalam mendeteksi sejak dini potensi masalah pertumbuhan dan memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta pola pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Pemkab Karawang menargetkan penguatan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, dan masyarakat dapat menghasilkan intervensi yang semakin efektif. Dengan pendekatan berbasis data dan pencegahan sejak dini, upaya penurunan stunting diharapkan semakin terarah dan memberikan dampak nyata bagi kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Karawang.
Program tersebut sekaligus menegaskan bahwa investasi terhadap kesehatan dan gizi anak merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Sebab, generasi yang sehat sejak awal kehidupan merupakan fondasi bagi lahirnya sumber daya manusia Karawang yang unggul, produktif, dan berdaya saing di masa mendatang.
Penulis : Arief Rachman
