STIE Budi Pertiwi Wisuda ke-16, Cetak Lulusan yang Siap Perkuat Pembangunan Desa di Karawang

Header Menu


STIE Budi Pertiwi Wisuda ke-16, Cetak Lulusan yang Siap Perkuat Pembangunan Desa di Karawang

15 Agu 2026

KARAWANG — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Budi Pertiwi Karawang kembali menggelar prosesi wisuda sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan tinggi.


Kegiatan wisuda berlangsung di Hotel Swiss-Belhotel Karawang, Sabtu (15/8/2026), sejak pagi hingga selesai. Momentum tersebut sekaligus menjadi pelaksanaan wisuda ke-16 STIE Budi Pertiwi.


Ketua STIE Budi Pertiwi, Fajar, mengatakan pelaksanaan wisuda tahun ini memiliki makna penting karena sebagian besar lulusan merupakan aparatur pemerintahan desa yang selama ini telah bekerja dan mengabdi langsung kepada masyarakat.


Menurut Fajar, program pendidikan bagi aparatur desa tersebut merupakan bagian dari komitmen STIE Budi Pertiwi dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Karawang.


"Jadi wisuda ini berbasis PMD, artinya bagaimana supaya ada generasi mereka. Karena kebanyakan yang diwisuda ini adalah aparat desa," ujar Fajar.


Ia menjelaskan, sejak 2022 pihaknya telah memberikan program beasiswa kepada aparatur desa. Melalui program tersebut, biaya kuliah yang semula berada di kisaran Rp4,5 juta dapat ditekan menjadi sekitar Rp1,5 juta.


Kebijakan tersebut, kata Fajar, merupakan bentuk kepedulian STIE Budi Pertiwi terhadap peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Karawang.


"Karena kita peduli terhadap IPM Kabupaten Karawang. Aparat-aparat desa kita jadikan sebagai contoh bahwa Budi Pertiwi memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas manusia di Karawang," jelasnya.


Wisuda Bukan Sekadar Seremoni


Fajar menegaskan, prosesi wisuda bukan hanya menjadi seremoni atau simbol kelulusan. Di balik toga dan ijazah yang diterima, terdapat proses panjang yang harus dilalui mahasiswa sebelum dinyatakan memenuhi persyaratan akademik.


Para mahasiswa harus menyelesaikan berbagai tahapan, mulai dari seminar proposal, sidang, hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN).


"Memang wisuda ini menjadi puncak dan kebanggaan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Tetapi sebelumnya mereka harus memenuhi berbagai kriteria, mengikuti seminar proposal, sidang, KKN dan tahapan akademik lainnya," katanya.


STIE Budi Pertiwi juga terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang melalui kerja sama dan nota kesepahaman (MoU), sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.


Sekitar 134 Lulusan STIE Budi Pertiwi


Pada pelaksanaan wisuda tahun ini, STIE Budi Pertiwi yang pelaksanaannya digabung dengan STTK, mencatat sekitar 160-an wisudawan.


Dari jumlah tersebut, sekitar 134 lulusan berasal dari STIE Budi Pertiwi, sementara sekitar 28 lulusan berasal dari bidang teknik.


Capaian akademik para lulusan juga patut diapresiasi. IPK tertinggi yang diraih lulusan STIE Budi Pertiwi disebut mencapai sekitar 3,9.


Prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa program pendidikan yang dijalankan mampu menghasilkan lulusan dengan capaian akademik yang membanggakan.


Lulusan Diminta Terapkan Ilmu untuk Pembangunan Desa


Fajar berharap para lulusan, khususnya yang selama ini telah bekerja sebagai aparatur desa, tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik.


Ilmu ekonomi pembangunan yang diperoleh selama kuliah diharapkan benar-benar diterapkan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.


Menurutnya, aparatur desa memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan di wilayahnya. Karena itu, kemampuan menyusun perencanaan pembangunan menjadi salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan.


"Saya berharap mereka mengaplikasikan ilmu-ilmu ekonomi pembangunan. Karena basis kita adalah ilmu pembangunan, mereka harus bisa merencanakan pembangunan lima tahun ke depan, baik jangka pendek maupun jangka panjang," ungkapnya.


Ia menambahkan, ilmu ekonomi pembangunan juga berkaitan erat dengan perencanaan, kebijakan publik, manajemen, serta berbagai aspek yang diperlukan dalam penyelenggaraan pembangunan.


"Ekonomi pembangunan itu sangat penting bagi orang-orang yang bekerja di desa. Sebagian ilmu yang mereka dapat harus diaplikasikan untuk pembangunan di desa," tegasnya.


STIE Budi Pertiwi Bersiap Menjadi Institut


Di tengah komitmennya memperluas akses pendidikan, STIE Budi Pertiwi juga tengah mempersiapkan pengembangan kelembagaan menjadi institut.


Fajar meminta dukungan dan doa agar rencana tersebut dapat terealisasi.


"Insya Allah STIE Budi Pertiwi ini akan menjadi institut. Mohon doanya," ujarnya.


Selain itu, STIE Budi Pertiwi terus memperkuat program pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat. Saat ini, kampus tersebut juga memiliki program kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dengan biaya kuliah yang disebut hanya sekitar Rp700 ribu.


Biaya pendidikan yang relatif terjangkau tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas.


Dari sisi lokasi, kampus STIE Budi Pertiwi berada di kawasan Lingkar Tanjungpura, Karawang, yang strategis karena berada di jalur utama dan dekat dengan kawasan Summarecon.


Fajar menegaskan bahwa kepedulian sosial menjadi salah satu karakter yang terus dijaga oleh STIE Budi Pertiwi.


"Memang Budi Pertiwi ini kepedulian sosialnya sangat tinggi," pungkasnya.


Prosesi wisuda ke-16 tersebut pun diharapkan bukan menjadi akhir perjalanan para lulusan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Dengan bekal pendidikan dan pengalaman di pemerintahan desa, para lulusan diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang ikut merancang, mengawal, dan mewujudkan pembangunan Karawang yang lebih maju serta berkelanjutan.


.penulis : Arief Rachman