Wabup Maslani Buka Program PEKA di Karawang, Dorong Ahli Waris Bangkitkan Ekonomi Keluarga

Header Menu


Wabup Maslani Buka Program PEKA di Karawang, Dorong Ahli Waris Bangkitkan Ekonomi Keluarga

20 Agu 2026

KARAWANG – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, resmi membuka Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang digagas melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Karawang bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karawang dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Galuh Mas.


Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Mercure Karawang, Kamis (20/8/2026), dengan diikuti 30 peserta yang merupakan ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun Berkala.


Program PEKA menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial secara berkelanjutan. Tidak hanya memberikan manfaat jaminan sosial, program ini juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat melalui pelatihan dan pendampingan.


Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menyampaikan apresiasi terhadap sinergi yang terbangun antara Pemkab Karawang, BPJS Ketenagakerjaan dan BSI. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian masyarakat, terutama melalui pemberdayaan UMKM.


"Pemkab Karawang memberikan apresiasi atas kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan BSI, yang sejalan dengan fokus pemerintah daerah dalam memberdayakan UMKM dan memperkuat perekonomian masyarakat Karawang," tegas Maslani.


Ia menilai Program PEKA memiliki arti penting karena memberikan kesempatan kepada penerima manfaat untuk memperoleh pengetahuan sekaligus pendampingan yang dapat dikembangkan menjadi modal awal dalam membangun usaha.


Karena itu, Maslani meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan setiap materi yang diberikan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga.


"Kepada para peserta PEKA, manfaatkanlah kesempatan pelatihan dan pendampingan ini sebaik-baiknya. Jadikan bekal ilmu ini sebagai modal awal membangkitkan perekonomian keluarga," ujarnya.


Sementara itu, Pimpinan BSI Cabang Galuh Mas dalam sambutannya menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja, termasuk masyarakat yang bekerja di sektor informal.


Menurutnya, anggota keluarga yang berprofesi sebagai petani, pedagang maupun pengemudi ojek online (ojol) juga dapat didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan iuran mulai Rp8.400 per bulan, masyarakat dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial sesuai program yang diikuti.


Ia mengingatkan bahwa manfaat jaminan sosial perlu dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi keluarga dalam menghadapi berbagai risiko.


"Manfaat yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan ini betul-betul dijaga. Kalau toh kita tidak menjadi orang terkaya di Karawang, setidaknya uang ini menjadi penopang ekonomi yang kokoh, bermanfaat untuk sekolah anak, modal usaha, dan keberlanjutan hidup keluarga," ungkapnya.


Melalui Program PEKA, para penerima manfaat diharapkan mampu mengubah bantuan dan perlindungan yang diterima menjadi sebuah pijakan untuk membangun kehidupan ekonomi yang lebih mandiri.


Pelatihan dan pendampingan yang diberikan juga diharapkan mampu membuka wawasan peserta mengenai pengelolaan usaha, pemanfaatan peluang ekonomi serta pengembangan potensi yang dimiliki masing-masing keluarga.


Bagi Pemkab Karawang, pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tahan masyarakat. Perlindungan sosial yang disertai dengan peningkatan kapasitas ekonomi dinilai dapat menciptakan keluarga yang lebih tangguh ketika menghadapi berbagai tantangan ekonomi.


Kolaborasi antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan dan BSI tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperluas manfaat program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Dengan adanya Program PEKA, 30 peserta diharapkan tidak hanya memperoleh manfaat perlindungan sosial, tetapi juga memiliki bekal keterampilan dan keberanian untuk mengembangkan usaha produktif.


Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di Kabupaten Karawang.


Pemkab Karawang pun menegaskan komitmennya untuk terus mendorong berbagai program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat fondasi perekonomian daerah.


Penulis : Arief Rachman