Delapan Rumah Layak Diserahkan untuk Lansia Bayur Kidul, Bupati Aep: Hak Warga yang Membutuhkan Harus Diperjuangkan

Header Menu


Delapan Rumah Layak Diserahkan untuk Lansia Bayur Kidul, Bupati Aep: Hak Warga yang Membutuhkan Harus Diperjuangkan

13 Sep 2026

KARAWANG — Haru dan bahagia menyelimuti Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Delapan keluarga lanjut usia (lansia) menerima bantuan rumah baru yang kini dapat mereka tempati dengan lebih aman, nyaman dan layak.


Penyerahan rumah tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., didampingi Wakil Bupati Karawang, Sekretaris Daerah, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang.


Bagi para penerima, bantuan tersebut bukan sekadar bangunan fisik. Rumah baru menjadi tempat untuk beristirahat dengan lebih tenang, berlindung dari panas dan hujan, sekaligus menjalani masa tua dengan kondisi kehidupan yang lebih layak.


Delapan penerima bantuan tersebut yakni Agan dan Juhaeni, pasangan suami istri; Nurhayati; Waceng; Kasan; Wastinah; Misria; Waryam; serta Cucun dan Zidan, pasangan suami istri.


Sebagian besar penerima merupakan warga berusia di atas 60 tahun yang selama ini menjalani kehidupan dengan kondisi tempat tinggal yang terbatas, bahkan ada yang menjalani masa tuanya seorang diri.


Rumah bantuan yang diserahkan memiliki luas bangunan sekitar 5 x 4,5 meter atau 21 meter persegi. Meski ukurannya sederhana, rumah tersebut memiliki makna besar bagi para penerima.


Momen penyerahan kunci rumah pun berlangsung penuh haru. Senyum, ucapan syukur dan kebahagiaan terpancar dari wajah para lansia ketika mereka secara resmi menerima tempat tinggal baru.


Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya memperjuangkan hak-hak masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok lansia yang berada dalam kondisi rentan.


"InsyaAllah, kami akan perjuangkan hak-hak warga yang membutuhkan, terutama lansia," kata Aep.


Menurutnya, pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan maupun gedung pemerintahan. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.


Termasuk memastikan warga yang berada di usia senja memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak.


"Rumah merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah harus hadir ketika masih ada warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan," demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.


Bantuan rumah bagi warga lansia di Bayur Kidul sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan yang berorientasi pada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan dalam proyek berskala besar.


Terkadang, pembangunan justru memiliki arti paling dalam ketika hadir dalam bentuk sederhana: sebuah rumah yang aman untuk ditinggali, tempat berteduh dari panas dan hujan, serta ruang untuk menjalani hari-hari di masa tua dengan lebih tenang.


Di Desa Bayur Kidul, delapan rumah tersebut kini menjadi bagian dari cerita baru bagi para penerimanya.


Delapan rumah, delapan keluarga, dan delapan harapan baru untuk menjalani masa senja dengan lebih layak dan bermartabat.


Penulis : Arief Rachman