KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang kembali mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) di Kecamatan Kutawaluya, Selasa (30/9/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pelayanan administrasi pemerintahan, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui peresmian Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), penyerahan alat bantu bagi warga berkebutuhan khusus, serta pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Mewakili Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., Wakil Bupati Karawang H. Maslani hadir dalam rangkaian Gebyar Paten yang digelar di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Kutawaluya.
Kegiatan diawali dengan peresmian salah satu program Rutilahu. Dalam kesempatan tersebut, H. Maslani juga mengunjungi kediaman Emak Enah, 71 tahun, warga Dusun Cikeris, Desa Waluya, yang menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut.
Pada kunjungan itu, Wakil Bupati Karawang menyerahkan bantuan kursi roda secara langsung kepada Emak Enah. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas serta menunjang aktivitas sehari-hari penerima manfaat.
Dari lingkungan permukiman warga, rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Kantor Kecamatan Kutawaluya. Di lokasi tersebut, H. Maslani meninjau ruang pelayanan kecamatan sekaligus melihat aktivitas masyarakat dan pelaku UMKM yang turut meramaikan Gebyar Paten.
Kehadiran UMKM menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan yang mempertemukan pelayanan pemerintahan dengan potensi ekonomi lokal.
Tidak hanya pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi, aspek kepedulian sosial juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Dinas Sosial Kabupaten Karawang menyerahkan bantuan sosial berupa kursi roda dan alat bantu dengar kepada sejumlah penerima manfaat. Bantuan itu menjadi bentuk dukungan pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan alat bantu untuk menunjang aktivitas dan kemandirian mereka.
Gebyar Paten Kecamatan Kutawaluya pun menjadi ruang perjumpaan langsung antara pemerintah dan masyarakat. Pelayanan tidak hanya berlangsung di balik meja kantor pemerintahan, tetapi hadir dengan melihat kondisi warga serta memberikan intervensi yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Karawang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat, responsif terhadap kebutuhan warga, sekaligus berjalan beriringan dengan program pemberdayaan ekonomi dan perlindungan sosial.
Gebyar Paten diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pelayanan administratif, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat serta memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata hingga tingkat kecamatan dan desa.
Penulis : Arief Rachman
