KARAWANG — Antusiasme masyarakat Kabupaten Karawang untuk mendapatkan pekerjaan melalui Job Fair online yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang terbilang tinggi.
Sebanyak 149.069 berkas lamaran tercatat masuk ke dalam sistem untuk memperebutkan 1.388 lowongan pekerjaan yang ditawarkan oleh 82 perusahaan peserta Job Fair.
Tingginya jumlah lamaran tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap peluang kerja yang tersedia sekaligus meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap platform resmi pemerintah dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang, Rosmalia, mengatakan kepercayaan perusahaan swasta untuk memanfaatkan platform resmi pemerintah dalam mencari kandidat tenaga kerja terus menunjukkan perkembangan positif.
"Kepercayaan dari pihak swasta untuk mencari kandidat tenaga kerja melalui platform resmi pemerintah terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun," kata Rosmalia.
Berdasarkan data Disnakertrans Karawang, dari total 1.388 lowongan yang tersedia, sebanyak 657 lowongan diperuntukkan bagi pelamar laki-laki, 310 lowongan bagi perempuan, sedangkan 421 lowongan lainnya terbuka untuk laki-laki maupun perempuan.
Di sisi pelamar, sebanyak 111.415 lamaran tercatat berasal dari laki-laki dan 37.654 lamaran berasal dari perempuan.
Namun, Rosmalia menegaskan angka 149.069 tersebut merupakan akumulasi seluruh berkas lamaran yang masuk ke dalam sistem. Jumlah tersebut tidak serta-merta menunjukkan jumlah individu pencari kerja karena satu pelamar dapat mengajukan lamaran ke lebih dari satu posisi maupun perusahaan.
"Jadi angka tersebut merupakan akumulasi berkas lamaran yang masuk ke sistem. Satu pencari kerja bisa melamar lebih dari satu posisi atau perusahaan," jelasnya.
Di tengah tingginya jumlah lamaran, proses rekrutmen saat ini masih berlangsung secara bertahap. Tahapan seleksi selanjutnya menjadi kewenangan masing-masing perusahaan sesuai kebutuhan dan mekanisme rekrutmen yang telah ditetapkan.
Disnakertrans Karawang juga menyoroti persoalan lain dalam proses rekrutmen, yakni tingkat kehadiran pencari kerja ketika mendapatkan panggilan untuk mengikuti seleksi lanjutan.
Menurut Rosmalia, tidak seluruh pelamar yang telah dipanggil perusahaan datang memenuhi undangan seleksi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat mengurangi peluang pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
"Terkadang anak-anak pencari kerja ini yang diundang 100 orang, tetapi yang datang memenuhi panggilan seleksi hanya 80 atau 70 orang," ujarnya.
Karena itu, Disnakertrans Karawang mengimbau para pencari kerja yang telah mendaftarkan diri melalui Job Fair online agar lebih serius mengikuti setiap tahapan proses rekrutmen.
Pelamar juga diminta secara rutin memeriksa email dan kanal komunikasi yang digunakan dalam proses pendaftaran. Langkah sederhana tersebut dinilai penting agar informasi mengenai panggilan seleksi tidak terlewat.
"Kami mengimbau para pelamar untuk lebih serius dan rajin memeriksa email secara berkala agar tidak melewatkan kesempatan seleksi," kata Rosmalia.
Tingginya jumlah lamaran dalam Job Fair online tersebut sekaligus menggambarkan besarnya kebutuhan masyarakat Karawang terhadap akses pekerjaan. Di sisi lain, banyaknya perusahaan yang terlibat memperlihatkan adanya ruang pertemuan antara kebutuhan tenaga kerja dunia usaha dan pencari kerja melalui fasilitasi pemerintah daerah.
Disnakertrans Karawang pun mendorong agar proses rekrutmen dapat berjalan secara optimal hingga tahap akhir, sehingga kesempatan kerja yang tersedia benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang memenuhi kualifikasi.
Dengan 82 perusahaan, 1.388 posisi pekerjaan, dan 149.069 berkas lamaran yang masuk, Job Fair online menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan tenaga kerja di Kabupaten Karawang.
Penulis : Arief Rachman
