Pemkab Karawang Dorong Diversifikasi Pangan Lokal Lewat Lomba Cipta Menu B2SA

Header Menu


Pemkab Karawang Dorong Diversifikasi Pangan Lokal Lewat Lomba Cipta Menu B2SA

10 Sep 2026

KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang terus mendorong masyarakat untuk memperkuat pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pangan lokal.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Cipta Menu (LCM) Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) Bersumber Daya Lokal yang digelar Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Karawang di Pemda 2, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan ini tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan kreativitas dalam mengolah bahan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam dan seimbang untuk mendukung kualitas gizi keluarga.

Karawang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Barat. Namun, ketersediaan pangan yang kuat belum otomatis mencerminkan pola konsumsi masyarakat yang beragam.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kabupaten Karawang pada 2025 mencapai 94,38 poin. Kendati demikian, pola konsumsi masyarakat masih dinilai cenderung kurang beragam dan relatif bergantung pada beras sebagai sumber pangan utama.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan edukasi B2SA sekaligus kampanye diversifikasi pangan berbasis potensi lokal.

Melalui LCM B2SA, pemerintah ingin mendorong ibu rumah tangga, kader PKK, kader Posyandu, serta kelompok masyarakat (pokmas) menjadi penggerak konsumsi pangan yang lebih beragam di tingkat keluarga.

Bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar didorong untuk diolah menjadi menu makanan yang sehat, bergizi, menarik, dan memiliki nilai tambah ekonomi, tanpa menghilangkan karakter serta kearifan lokal.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., dan turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Karawang Hj. Vida Syaepuloh, Analis Ketahanan Pangan Madya/Ketua Tim Kerja Promosi dari Badan Pangan Nasional, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Karawang.

Sebanyak 30 kecamatan ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan total 90 peserta, yang masing-masing terdiri atas satu perwakilan PKK kecamatan, satu kader Posyandu, dan satu perwakilan kelompok masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Aep Syaepuloh menekankan pentingnya membangun kesamaan persepsi sekaligus kolaborasi dalam memanfaatkan sumber daya pangan yang tersedia di daerah.

Menurutnya, pangan lokal tidak semestinya hanya dipandang sebagai alternatif, tetapi perlu dioptimalkan menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat sehari-hari.

“Pangan lokal ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dikonsumsi secukupnya,” ujar Aep.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar pemanfaatan pangan dilakukan secara bijak dengan turut memperhatikan persoalan food loss and food waste, atau kehilangan dan pemborosan pangan.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah upaya pemerintah membangun ketahanan pangan yang tidak hanya berorientasi pada aspek produksi, tetapi juga pada bagaimana pangan dimanfaatkan secara efektif hingga sampai ke meja makan keluarga.

Sementara itu, perwakilan Badan Pangan Nasional menegaskan bahwa pelaksanaan Lomba Cipta Menu B2SA tidak semata-mata ditempatkan sebagai kompetisi antarpeserta.
Kegiatan tersebut diposisikan sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

Dengan pendekatan tersebut, kreativitas peserta dalam mengolah bahan pangan lokal diharapkan dapat menjadi contoh yang mudah diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Menu berbasis pangan lokal juga diharapkan mampu membuka ruang inovasi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, perikanan, dan pangan lokal yang tersedia di Kabupaten Karawang.

Pada akhirnya, penguatan konsumsi B2SA bukan hanya berkaitan dengan variasi menu makanan, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.

Pemkab Karawang berharap gerakan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal dapat terus berkembang dari tingkat kegiatan seremonial menjadi kebiasaan di rumah tangga.

Dengan demikian, predikat Karawang sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Barat tidak hanya tercermin dari kemampuan daerah menghasilkan pangan, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya dalam mengonsumsi pangan secara beragam, bergizi seimbang, aman, dan berkelanjutan.

Penulis : Arief Rachman