KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar dan bentuk doa bersama memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di wilayah Karawang yang dilanda kemarau berkepanjangan.
Salat Istisqa tersebut dilaksanakan di halaman Plaza Pemerintah Kabupaten Karawang, Jumat (2/10/2026), dan diikuti ratusan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung dengan khidmat. Para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan, sekaligus memanjatkan doa agar kondisi cuaca segera membaik dan hujan dapat turun secara merata di wilayah Karawang.
Kemarau yang berlangsung cukup panjang menjadi perhatian pemerintah daerah karena dapat berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, terutama ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada kondisi sumber daya air.
Melalui Salat Istisqa, Pemkab Karawang mengajak jajaran ASN untuk bersama-sama meningkatkan ikhtiar spiritual di tengah kondisi kemarau. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan sumber-sumber air secara berkelanjutan.
Salat Istisqa merupakan ibadah yang dilaksanakan ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan atau minimnya curah hujan, sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan.
Selain ikhtiar melalui doa, penanganan dampak kemarau juga membutuhkan langkah nyata dan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih, tetap dapat terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.
Dengan dilaksanakannya Salat Istisqa, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap hujan segera turun dan memberikan manfaat bagi masyarakat, lahan pertanian, serta lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Karawang.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menghadapi persoalan lingkungan dan perubahan kondisi cuaca membutuhkan keseimbangan antara ikhtiar spiritual, kepedulian terhadap lingkungan, serta langkah konkret dalam menjaga ketersediaan sumber daya air.
Penulis : Arief Rachman
