KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang menerima kedatangan delapan peserta Praktek Kerja Dalam Negeri (PKDN) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-36 Tahun Anggaran 2026 di Bale Indung Nyi Pager Asih, Kabupaten Karawang, Kamis (8/10/2026).
Kedatangan rombongan peserta didik Sespimti Polri tersebut disambut langsung Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., bersama Kapolresta Karawang, Dandim 0604 Karawang, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Kegiatan PKDN menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan Sespimti Polri. Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman empiris kepada peserta didik dalam memahami sekaligus menganalisis berbagai persoalan strategis yang berkembang di daerah.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta didik diharapkan mampu melihat secara komprehensif dinamika sosial, ekonomi, operasional pemerintahan, pembangunan, hingga aspek keamanan dan ketertiban masyarakat.
Rombongan PKDN Sespimti Polri Dikreg ke-36 terdiri atas delapan peserta didik. Mereka terdiri dari tujuh personel Polri berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) dan satu personel TNI berpangkat Kolonel.
Selama berada di Karawang, para peserta akan melakukan pengkajian terhadap berbagai isu kedaerahan sebagai bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan strategis.
Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan dapat dirumuskan menjadi karya akademis maupun rekomendasi strategis yang aplikatif. Berbagai praktik baik yang ditemukan di lapangan juga diharapkan dapat menjadi referensi dan masukan bagi pengembangan tata kelola pemerintahan serta pembangunan di daerah lain di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa Karawang memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional karena memiliki karakteristik sebagai daerah lumbung pangan sekaligus kawasan industri.
Menurutnya, posisi tersebut menghadirkan tantangan yang kompleks sehingga pembangunan Karawang tidak hanya berbicara mengenai ketahanan pangan, tetapi juga menyangkut ketahanan industri yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
"Karawang merupakan daerah yang strategis. Di satu sisi tetap menjadi salah satu lumbung padi nasional, sementara di sisi lain kita juga memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara," ujar Aep dalam kesempatan tersebut.
Ia menegaskan, dua sektor strategis tersebut harus dapat berjalan secara seimbang dan berkelanjutan. Ketahanan pangan harus tetap dijaga, sementara pertumbuhan industri juga perlu dikelola agar memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, menurut Aep, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan Karawang.
"Artinya, tantangannya bukan hanya ketahanan pangan, tetapi juga bagaimana menjaga ketahanan industri yang menghidupkan perekonomian daerah," katanya.
Selain melakukan kajian terhadap isu-isu strategis daerah, kedatangan peserta PKDN Sespimti Polri Dikreg ke-36 juga diwarnai aksi kepedulian sosial.
Para peserta didik menyerahkan bantuan berupa dua unit toren air untuk Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan penyediaan air di wilayah desa.
Kegiatan PKDN Sespimti Polri Dikreg ke-36 di Karawang sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, dan seluruh unsur terkait dalam memahami serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan strategis yang dihadapi daerah.
Dengan pengalaman lapangan dan hasil kajian yang diperoleh, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan serta rekomendasi yang tidak hanya bermanfaat bagi Karawang, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan dan keamanan nasional.
Penulis : Arief Rachman
